Ini Hasil Penelurusan BP3TKI Lampung Tentang TKI Mesuji di …

Kepala BP3TKI Lampung, Mangiring Hasoloan Sinaga

TERASLAMPUNG.COM — Baru-baru ini tersebar video testimoni tentang seorang pekerja migran Indonesia bernama Marhayati yang terlunta-lunta hingga Thailand karena paspornya hilang. Dalam video yang diunggah seorang pria Thailand yang pernah kuliah d UIN Raden Intan Lampung itu terlihat perempuan berjilbab mencaritakan keinginannya untuk bertemu keluarganya di Lampung.

Video itu sengaja diviralkan oleh akun facebook bernama Hafizi Ab-rahman pada 27 Januari 2018 dengan tujuan keluarga Marhayati di Mesuji bisa mengetahui keberadaan Marhayati dan segera bisa membawa perempuan malang itu pulang ke kampung halamannya.

Menanggapi hal itu, BP3TKI Lampung telah melakukan penelusuran mengenai video yang berisikan rekaman Marhayati yang mengaku putus hubungan komunikasi dan rindu dengan keluarga di Indonesia.

Menurut BP3TKI Lampung, informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa perempuan yang menjadi TKI di luar negeri itu diduga berasal dari Rawajitu, Kabupaten Mesuji.

Hal itu diketahui karena di video yang menjadi viral di medsos itu perempuan berjilbab itu mengaku bahwa kampungnya terdapat pabrik singkong dan SD. Adapun ayahnya bernama Marijo dan ibu, Siti Munaroh dan 2 orang adiknya masing-masing bernama Marriana dan Lia Ermawati.

BP3TKI Lampung mencoba menelusuri dan menghimpun dari berbagai sumber serta konfirmasi langsung melalui pesan whatsapp kepada Saudara Hafizi.

Diketahui kini Marhayati  berumur 29 tahun. Marhayati pada sekitar 14 tahun lalu– diperkirakan medio 2003-2004  atau saat  umurnya 15 tahun– pergi ke Malaysia untuk bekerja.

Marhayati kini sudah bersuami, warga negara Thailand dan memiliki satu anak.

Hafizi mengatakan pada Selasa (30/01) dirinya bersama Marhayati akan mendatangi KRI Songkhla untuk penanganan lanjutan.

Kepala BP3TKI Lampung, Mangiring Hasoloan Sinaga, menyatakan bahwa saat ini BNP2TKI sedang melakukan komunikasi dan koordinasi dengan KRI Songkhla untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

BNP2TKI juga memastikan untuk terus berkoordinasi dengan Dinas yang membidangi urusan Ketenagakerjaan Kab. Mesuji untuk memverfikasi keluarga ybs di Kampung.

Sinaga menyatakan,erdasarkan hasil pengecekan didalam Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) BNP2TKI, tidak ada nama PMI atas nama  Marhayati dan tidak ditemukan identitas yang bersangkutan, sebagai indikasi awal yang menunjukkan apakah PMI tersebut sebelumnya berangkat melalui jalur prosedural atau nonprosedural.

“Namun demikian, apa joke statusnya, sudah merupakan kewajiban pemerintah untuk mengupayakan penanganan kasus yang bersangkutan setelah diperoleh informasi yang memadai sesuai ketentuan hukum di negara penempatan.” ujar Sinaga di ruang kerjanya.

Lebih lanjut Sinaga menyatakan bahwa pemerintah sangat mengapresiasi keterlibatan berbagai komponen masyarakat dan individu yang membagikan informasi dugaan PMI yang putus hubungan komunikasi seperti yang dialami oleh saudari Marhayati. Akan tetapi, penting juga diingatkan untuk memastikan keakuratan informasi yang di upload di berbagai fasilitas media sosial.

Dirinya menegaskan bahwa BNP2TKI menghimbau agar masyarakat umum, PMI dan Keluarga PMI dapat melakukan pengaduan atau memberikan setiap informasi apapun yang berkenaan dengan kasus yang menimpa PMI dimana saja melalui call core BNP2TKI di nomor 0800-1000 (gratis) atau pengaduan dari luar negeri menghubungi nomer telepon +6221 29244800 atau email: halotki@bnp2tki.go.id.

More about ...