Ini Karya-Karya Ibrahim Muteferrika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ibrahim Muteferrika mengungkapkan rasa keprihatinannya soal perkembangan budaya literasi Utsmaniyah. Ibrahim menulis sebuah buku berjudul Usul al-Hikam fi Nizam al-Umam dan menerbitkannya sendiri pada 1731.

Dalam buku tersebut, ia menggambarkan kemajuan sistem pemerintahan dan militer di Eropa, sembari mengingatkan bah wa negara-negara Muslim yang berdaulat harus melakukan inovasi agar bisa bertahan dan mengimbangi kekuatan Barat. Ibrahim joke menyarankan kepada para chosen Kesultanan Usmaniyah untuk melakukan pembaruan terhadap teknologi militer mereka, di samping mengadopsi indication tata kelola pemerintahan dan pengetahuan ilmiah Eropa secara selektif.

Peringatan Ibrahim Muteferrika tentang bangkitnya peradaban Eropa perlahan-lahan mulai mendapat perhatian serius dari para pemimpin di Ke sultanan Usmaniyah. Peme rintah segera membuat sejumlah gebrakan untuk memodernisasi diri, sambil berusaha untuk tetap mempertahankan halhal yang dianggap penting bagi identitas Islam Kesultanan Usmaniyah.

Selama epoch pemerintahan Sultan Ahmed III, kemampuan intelektualitas Ibrahim mendapat penghargaan yang begitu besar dari dunia Islam, terutama dari masyarakat Usmaniyah secara khusus. Ia tidak hanya di kenal sebagai seorang yang mahir di bidang industri penerbitan, tapi juga diplomat ulung. Selain itu, Ibrahim menguasai berbagai disiplin keilmuan antara lain astronomi, sejarah, sains, dan sosiologi.

Dengan menggunakan nama samaran Jeografi, Ibrahim menerbitkan blueprint astronomi yang berisi tentang susunan benda-benda langit sesuai dengan indication geosentris Ptolemeus. Menurut indication Ptolemeus, bumi dibayangkan sebagai pusat alam semesta dan dikelilingi oleh lingkungan yang konsentris. Lewat mesin cetaknya, Ibrahim Mute ferrika juga menerbitkan blueprint gerhana matahari dan bulan untuk pertama kalinya di dunia.

Karya lain yang diterbitkan Ibrahim Mute ferrika berupa atlas dunia yang diberi judul Katip Jalibi Jihan-numa (dalam versi Barat berjudul The Mirror of a World). Dalam buku tersebut, ia membahas teori astronomi Copernicus secara perinci disertai dengan argumen-argumen ilmiah yang mendukung maupun yang menentang teori itu. Dalam hal ini, Ibrahim dianggap sebagai salah se orang pertama yang memperkenalkan teori heliosentris yang benar kepada para ilmuwan Usmaniyah.

Ibrahim juga dikenal sebagai ahli geo grafi. Dia menerjemahkan Atlas Coelestis karya ahli kartografi Jerman, Andreas Cella rius (wafat pada 1665), dari bahasa Latin ke bahasa Arab. Hasil terjemahan buku tersebut kemudian ia cetak dengan judul Majmua’tu al-Haiy’a- Kadim wal-Jadid pada 1733.

More about ...