Isu 30 Ribu TKI ke Timur Tengah, BNP2TKI: Tanya Kemenaker

Isu 30 Ribu TKI ke Timur Tengah, BNP2TKI: Tanya Kemenaker
Jakarta: Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Nusron Wahid berencana untuk mengirimkan sekitar 30 ribu pekerja profesional asal Indonesia ke Timur Tengah. Negara sasarannya adalah Arab Saudi dan Qatar.
 
Baca juga: Indonesia Berencana Kirim 30 Ribu TKI Profesional ke Timur Tengah.
 
Beberapa waktu lalu, ia mengungkapkan bahwa rencana tersebut masih digodok. Pengiriman 30 ribu pekerja profesional itu, jika disetujui, juga akan terlaksana dalam jangka waktu satu tahun sekali.
 
Regulasinya nanti disebut akan menyerupai pola outsourcing. Sementara para TKI yang akan dikirim statusnya bukan asisten rumah tangga (ART), melainkan untuk industri perhotelan.
 
“Kalau soal itu lebih baik ditanyakan kepada Kemenaker, selaku pihak yang menetapkan peraturan. Sementara kami BNP2TKI hanya melaksanakan,” kata Deputi Perlindungan BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono ketika ditemui di Jakarta, Senin 4 Juni 2018.
 
Teguh juga membenarkan soal desakan pembenahan di hulu dari pihak Arab Saudi dan Malaysia, dan ia setuju akan usulan tersebut. Salah satu yang telah BNP2TKI lakukan adalah setiap TKI harus memiliki kompetensi.
 
“Dari awal kami lakukan, kalaupun belum optimal ya karena tidak bisa serta merta. Contohnya kita berupaya wajibkan pekerja punya kompetensi, atau masyarakat lebih paham, itu upaya-upaya kita,” tuturnya lagi.
 
Namun di balik itu, BNP2TKI juga menuntut agar sistem di Arab Saudi juga harus dibenahi dan sanksi Malaysia terhadap majikan yang memiliki TKI overstayer.
 
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI hingga saat ini belum buka suara terkait isu pengiriman 30 ribu pekerja profesional Indonesia ini.

(FJR)

More about ...