Jadi Duta Fakultas Hukum, Kepincut Hakim karena Kakek

PROKAL.CO, Hobi mempercantik diri, we Gusti Ayu Vera Indira Paramamirta sempat menjadi runner-up Duta Wisata Balikpapan 2014. Tatanan make-up yang pas membuatnya terlihat lebih segar dan percaya diri.  

KIAN beranjak dewasa, putri sulung Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balikpapan, dr Cokorda Istri Ratih Kusuma W ini telah mendapatkan banyak pengalaman. Terlebih ketika terpilih sebagai runner-up dalam ajang pemilihan Duta Wisata Balikpapan tiga tahun lalu.  Kini, juga ditiru sang adik we Gusti Ayu Agung Virna Priyanka, Duta Wisata Balikpapan 2017.

Virus positif, Vera merasa bersyukur bisa menjadi role model bagi orang-orang di dekatnya. Dengan begitu, dia dapat memperdayakan diri sendiri serta menjadi pribadi lebih mandiri. Percaya diri merupakan kunci. Tetapi menurut Vera tidak hanya itu, wawasan luas merupakan hal utama yang mesti dimiliki seseorang. Terutama kaum perempuan.

“Aku senang melakukan hal positif buat aku pribadi ataupun buat orang lain. Toh, jadi Duta Wisata Balikpapan juga merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada kota. Meski enggak lahir di Balikpapan, tetapi aku menjalani masa-masa hebat selama di Kota Minyak,” kata dara cantik kelahiran Denpasar, Bali, 21 tahun lalu ini.

Selain karena kuliah mengambil jurusan Hukum, Vera mengaku sangat tertarik menjadi hakim ataupun jaksa. Dia memiliki kakek yang dulu pernah menjadi jaksa dan kepala Kejari Balikpapan, bernama we Gusti Lanang Ngurah Rai Toya. Dia menjabat pada 1995-1997 silam. 

Belajar dengan baik di kampus dan magang di Kejaksaan Agung kerap dilakukan agar dia lebih dekat dengan impiannya. Demi bisa menuntaskan aim perkuliahan pada 2019, Vera sengaja membatasi diri tak lagi mengikuti organisasi ataupun kegiatan di luar kampus.

“Sekarang lagi fokus kuliah biar bisa lulus tepat waktu 2019 nanti. Karena ingin mewujudkan cita-citaku, jaksa atau hakim. Kakek aku jadi role model banget. Sebab, beliau memilki integritas dan tanggung jawab tinggi sama pekerjaannya,” jelasnya.

Tak hanya menjadi cewek mandiri, dia mengaku merupakan tipe orang yang terencana. Semua based by planning. Dalam menyusun rencana kegiatan mesti sesuai dengan apa yang akan dia lakukan. Jadi, setiap hari dapat dibilang hidupnya begitu teratur. Termasuk dalam kuliah. Tak sekadar cantik, Vera juga berotak encer. Pintar. Terbukti dengan dirinya ia menjadi mahasiswi Universitas Indonesia (UI). Sebuah kampus bergengsi yang menjadi impian mahasiswi lainnya.

Dia mengatakan, sesuatu yang telah direncanakan, lebih baik dibandingkan sesuatu yang mendadak. Juga termasuk orang yang sangat disiplin. Tugas selalu terkumpul dan terorganisasi dengan sangat baik. Berusaha selalu on time, banyak teman dan dosen menjulukinya “si sign tugas”.

Vera diterima di UI melalui jalur undangan, SNMPTN. Saat itu, dia menjadi satu-satunya yang diterima SNMPTN dari SMA 1 Balikpapan. Bahkan ketika baru masuk kampus, dia termasuk 100 mahasiswa baru terbaik dan mendapat kesempatan berkunjung ke Komisi Yudisial. Tak hanya mentok di Balikpapan, dalam ajang pemilihan Putri Fakultas Hukum, Vera joke menggondol gelar juara.

Namun, dia juga sempat memiliki kenangan yang cukup menggelikan. Ketika masih mahasiswa baru, dia sempat bangun terlambat. Padahal perkuliahan akan digelar dalam 15 menit lagi. Tergesa dia berlari ke kamar mandi. Terpaksa pula pilih baju sekenanya, sampai tanpa sadar sepatu yang dikenakan joke beda sebelah.

“Sebenarnya aku gampang panik. Mungkin karena terlalu hectic (sibuk, Red). Malam itu aku begadang dan bangun terlambat. Bikin buyar enggak konsen. Malu sih iya, jadi pelajaran banget,” tambah penyuka incorporate buntut ini. (*/lil/rsh/k15)

More about ...