Jadi Guru Ekonomi, Maudy Ayunda Kagok Mengajar Pakai Bahasa Indonesia

Jakarta
Maudy Ayunda lebih dikenal publik sebagai aktris dan penyanyi. Tapi siapa sangka wanita yang lulus dari Universitas Oxford tersebut ternyata juga berpotensi jadi seorang guru Ekonomi. Didaulat jadi guru tamu sehari, pelantun ‘Kutunggu Kabarmu’ itu joke berbagi wawasan kepada anak-anak SMA mengenai ilmu ekonomi hingga tips jadi akuntan.

Beberapa waktu lalu Maudy berkesempatan mengajar mata pelajaran Ekonomi untuk murid-murid kelas 3 SMA. Wanita 23 tahun tersebut memang tidak melakukannya secara langsung namun lewat video dalam aplikasi. Meski hanya jadi guru sehari, Maudy joke tampak bersemangat membagi ilmu yang juga dipelajarinya saat kuliah dan memastikan jika cara penyampaiannya bisa membuat para pelajar mengerti benar.

“Aku mengajar delapan topik ilmu ekonomi dari pengenalan clasiccal economist tuh siapa saja, buku-bukunya apa saja, awal mula ilmu ekonomi, sampai yang mendalam seperti faktor-faktor konsumsi dan ngomongin career recommendation buat yang penting jadi akuntan,” ungkap Maudy Ayuda yang ditemui di kantor Quipper di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

“Ekonomi salah satu subyek favorit aku. Tentunya kalau aku mau mengajar aku maunya cukup mengertilah sama apa yang diajarkan. Aku juga sempat cerita pengalaman-pengalamanku jadi some-more personal juga cara mengajarnya. Misalnya aku bilang suka sama ilmu ekonomi karena menurut aku ilmu ekonomi itu a systematic proceed to an discerning subject, discerning knowledge,” tambahnya.

Didaulat jadi guru sehari tentu Maudy menemukan sejumlah tantangan dan kesulitan. Salah satunya adalah bagaimana menyampaikan materi yang lengkap namun dengan cara yang seru dan dinamis serta bisa dengan mudah dimengerti. Selain itu, pemain film Refrain tersebut juga sempat kagok mengajar pakai bahasa Indonesia karena dulu mempelajarinya dengan bahasa Inggris.

“Kalau dari aku lucu saja, karena aku biasanya mempelajarinya dalam bahasa Inggris kan tapi sekarang aku mengajarkannya dalam bahasa Indonesia. Jadi ada kosa kota tertentu yang bukannya susah tapi ada translation, di kepala aku ada composition gitu,” tutur Maudy.

Menonton video menjadi alternatif belajar bagi anak-anak zaman sekarang. Namun ternyata Maudy sudah melakukannya sejak dulu. Wanita yang sedang sibuk promo manuscript ketiga tersebut mengaku memang suka mencari cara belajar lain yang lebih menarik di luar sekolah.

“Menurut aku belajar dari video itu efektif karena kalau di sekolah ada kecenderungan ketika guru menjelaskan, kita mungkin malu kalau minta diulang. Kalau video kan kita punya autonomy untuk ulang lagi. Terus kita bisa belajar in the gait saja, di kenyamanan dan di rate yang kita mau,” jelas Maudy. (ami/ami)

More about ...