Jadi Presiden AS, Kekayaan Donald Trump Anjlok Rp 8,1 Triliun

Liputan6.com, New York – Tahun 2017 merupakan epoch baru bagi Donald Trump. Pria 71 tahun ini dilantik sebagai pemenang pemilu Amerika Serikat tahun 2016 dan sukses menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. Dia dilantik di Washington DC pada 20 Januari 2017.

Meski memiliki jabatan baru, kondisi finansial Donald Trump tidaklah semulus kiprahnya di dunia politik. Dalam laporan terbaru Forbes 400 2017, majalah bisnis itu mengungkap jumlah kekayaan Donald Trump turun drastis. Sepanjang 2017, Trump sudah kehilangan harta US$ 600 juta atau Rp 8,1 triliun.

Pasar properti New York yang terguncang, tagihan tuntutan hukum yang mahal, hingga biaya kampanye presiden yang menyerap anggaran banyak menjadi penyebab dari turunnya kekayaan Presiden AS ke-45 ini. Forbes pada Rabu (18/10/2017) menyebut, kekayaan Trump kini berada di angka US$ 3,1 miliar. Lebih sedikit dari tahun lalu yang berada di angka US$ 3,8 miliar.

Tahun 2016 lalu, Trump masih menduduki peringkat 156 orang pale kaya di Amerika. Kini, ayah dari Ivanka Trump ini harus rela bertengger di peringkat 248.

Penyebab terbesar turunnya nilai kekayaan Trump adalah nilai aset properti New York yang melemah. Kebanyakan aset properti Trump berada di New York, padahal kota ini sedang mengalami penurunan harga properti termasuk yang terletak di kawasan chosen Manhattan dan Fifth Avenue. Pelemahan nilai properti ini memangkas kekayaannya US$ 400 juta.

Properti milik Trump yang terletak di Miami, Irlandia, serta Skotlandia juga mengalami penurunan nilai. Jumlah kunjungan tamu ke hotel milik Trump juga menurun akibat sikap Presiden AS ini yang cenderung ofensif saat tampil ke publik.

Sementara itu, jumlah uang tunai Trump turun US$ 100 juta sejak tahun lalu akibat dari kampanye presiden yang menghabiskan US$ 66 juta. Ia juga menggelontorkan US$ 25 juta untuk menyelesaikan tuntutan hukum atas Trump University.

Forbes mengaku mendapat informasi atas kekayaan Donald Trump melalui riset selama berbulan-bulan dan wawancara dari berbagai pihak.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

More about ...