Jelang Gerhana Matahari, Tingkat Hunian Hotel Membludak

<!–

–>

JawaPos.com – Deputy Secretary Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia( PHRI) Carla Parengkuan, pada H-7 momen gerhana 9 Maret nanti, tingkat keterhunian hotel di beberapa daerah meningkat hingga 15 persen. “Sebab, tanggal 9 Maret itu bukan weekend. Jika jatuhnya weekend, kenaikannya bisa sampai 25 persen,” ujarnya saat dihubungi koran ini kemarin.

Dia memperkirakan, mayoritas wisatawan yang menginap di hotel adalah wisatawan domestik yang mencapai lima juta orang. Sementara itu, wisatawan dari luar negeri diperkirakan hanya ribuan orang. “Saat ini kami menelusuri bagaimana okupansi hotel di 12 provinsi. Menurut informasi yang kami terima, kebanyakan turis asing berasal dari Jepang ya,” katanya.

Sementara itu, bisnis penerbangan juga mengalami lonjakan load factor (tingkat keterisian penumpang) ke kota-kota tujuan wisata gerhana matahari. Ketua Asosiasi Penerbangan Berjadwal Indonesia (INACA) Bayu Sutanto menuturkan, peningkatan diprediksi mencapai 15 persen.

Flight ke kota yang dilintasi gerhana mulai tinggi pada Senin. Secara umum dari laporan yang kami terima naik 10-15 persen,” jelasnya.

Sementara itu, Garuda Indonesia tidak menambah penerbangan ke destinasi-destinasi yang dilalui gerhana matahari sum 9 Maret nanti. “Untuk gerhana matahari, Garuda Indonesia tidak ada penerbangan ekstra,” kata Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny Butarbutar.

Dia mengungkapkan, penerbangan reguler Garuda Indonesia hingga menjelang gerhana matahari sum nanti masih mampu mengantisipasi lonjakan penumpang yang ingin menuju destinasi-destinasi di jalur lintasan gerhana. (lus/ken/c5/kim)

More about ...