Kampus Brawijaya, Pilihan Terfavorit Pilihan Mahasiswa Baru




Malang – Siapa tak kenal Brawijaya, perguruan negeri berada di Kota Malang. Setiap ribuan calon mahasiswa baru bermimpi ingin kuliah di Brawijaya.

Berdasarkan hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017, Universitas Brawijaya menduduki peringkat atas, dengan merekrut 4.176 calon mahasiswa baru.

Terdiri dari Sosial Hukum (Soshum) 1.548 (4,01 persen dari pendaftar) dan Scientek 2.628 (4.91 persen dari pendaftar). Dari 200 ribu lebih pendaftar di Universitas Brawijaya (UB) melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN tahun ini, UB hanya menerima 7.000 camaba.

Jumlah ini belum termasuk pendaftar jalur Mandiri. Sebelumnya ditargetkan mahasiswa S1 hanya 10.000, dengan komposisi SNMPTN 30 persen, SBMPTN 40 persen, dan Mandiri 30 persen.
Dalam SBMPTN tahun ini, UB masuk peringkat ke-7 dalam 10 PTN dengan nilai rataan diterima tertinggi untuk kelompok ujian Soshum, dan peringkat ke-1 dalam 10 PTN penerima SBMPTN 2017 terbanyak dengan 4.176 camaba.

Pada tingkat keketatan, UB menduduki peringkat ke-21 dengan keketatan 1 : 41, tertinggi pada prodi Akuntansi. Sementara Jawa Timur menduduki peringkat ke-6 dalam 10 Provinsi dengan nilai Rataan diterima tertinggi dalam Scientek dan Soshum.

“Kuota aim 10.000 camaba tahun ini, bisa tertutup dari jalur Mandiri dan penambahan kuota bidik misi berikutnya. Saat ini kuota bidik misi masih 1.300. Seperti tahun sebelumnya, dari 1.200-an menjadi 1.600-an, karena ada sisa anggaran Kemenristekdikti yang belum digunakan,” kata Wakil Rektor 1 Universitas Brawijaya Kusmartono, Jumat (14/7/2017).

Sebaran mahasiswa baru, masih didominasi informal Jawa Timur. Sisanya, mahasiswa baru dari penjuru nusantara. Dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN) 2016, untuk Sosial Hukum (Soshum) sebanyak 33257 pendaftar, sementara Sains dan Teknologi sebanyak 49203 pendaftar.

Tahun 2017, Brawijaya memiliki hampir 70 module studi, masih cukup tinggi peminatnya. Dari sekitar 91.652 pendaftar di jalur SBMPTN, Brawijaya hanya menerima empat persennya, yakni 4.176 calon mahasiswa baru. Jumlah ini disebut Kusmartono, Brawijaya menyandang salah satu kampus dengan peminat terbanyak di Indonesia.

Sementara Brawijaya mengaku, memiliki alasan mengurangi kuota mahasiswa baru, yakni ingin meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan. Dari sebelumnya menerima 12.050 mahasiswa, tahun ini hanya 10 ribu saja.

Firda, mahasiswa Fakultas Pertanian Semester 3 mengaku, sudah sejak di bangku SMA bermimpi untuk kuliah di Brawijaya. Impiannya terkabul ketika lolos jalur SNMPTN tahun lalu.

“Siapa yang tidak ingin kuliah d isini, kampusnya besar dan fasilitas juga lengkap,” ujar mahasiswi asal Bojonegoro ini.

Senada disampaikan rekannya Chika, satu jurusan dengan Firda, di Teknologi Pertanian ini memiliki kebanggaan bisa lulus dari kampus sekelas Brawijaya.

(fat/fat)