Kapolrestabes Surabaya M Iqbal: Mari Bersama-sama Perangi Informasi Hoax

SURYA.co.id | SURABAYA – Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Mohammad Iqbal mengajak masyarakat hati-hati mengonsumsi informasi, karena bisa jadi hoax atau palsu.

Iqbal mengingatkan, informasi hoax atau palsu pengaruhnya sangat luar biasa. Belakangan berita palsu seperti tak terbendung dan begitu saja diyakini sebagai kebenaran.

“Semua harus melawan hoax. Hoax itu bisa datang karena iseng atau ketidaktahuan,” kata Iqbal di acara Workshop Cerdas Memilih Informasi Lawan Hoax yang digelar Harian Surya di Gedung Wanita Surabaya, Rabu (26/4/2017).

Suka atau tidak informasi palsu tak lepas dari kemajuan teknologi informasi. Media sosial (medsos) khususnya saat ini luar biasa dan hampir semua orang memilikinya sehingga dapat menerima informasi apa pun.

“Kabar hoax dengan cepat menyebar melalui medsos,” terang Iqbal.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menuturkan, di Surabaya beragam informasi hoax sempat membuat heboh masyarakat.

Seperti kabar penangkapan pelaku penculikan anak di Polsek Tegalsari, di Perak dan penangkapan seorang wanita yang diduga akan menculik anak di SDN we Mojo Gubeng.
Juga adanya kabar demo besar-besaran motorist taksi online. Padahal informasi itu tidak benar, tapi beredar luas melalui medsos.

“Hati-hati terhadap teknologi informasi. Komunikasi kita lancar, tapi bisa jadi celah bagi provokator untuk memanfaatkan demi tujuannya. Kabar hoax di medsos, seperti Intagram, Path, WhatSaap, dan Fecebook. Hati-hati kabar dari medsos,” cetus Iqbal.

Orang nomor satu di Polrestabes Surabaya ini mengingatkan, dampak informasi hoax sangat besar.

Informasi tak benar itu bisa membunuh karakter. Polisi pernah jadi korban informasi hoax, saat itu polisi dikabarkan membunuh anggota Jekmania (suporter sepak bola persija Jakarta).

More about ...