Kartika Putri dan Anak Tjahjo Kumolo akan Dipanggil Menjadi Saksi Kasus Anak Sugiharto Ngamuk

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU — Jajaran Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan telah memanggil anak Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo dan artis Kartika Putri untuk menjadi saksi dalam aksi tabrakan beruntun yang dilakukan oleh anak mantan Menteri BUMN Sugiharto, Hadi Prasetyo alias Andrew (16), yang ngamuk dengan Mercedes Benz.

Karena, penindakan dan penyelidikan oleh Satlantas Polres Jakarta Selatan membutuhkan pelaporan dari korban.

Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Doddy F Sanjaya saat dihubungi, Senin (25/4/2016).

Menurutnya, penegakan hukum atas kejadian itu akan tetap dilaksanakan. Walaupun, penyelesaian kerugian atas para korban sudah diselesaikan keluarga secara kekeluargaan.

“Kita sudah panggil dan bersurat kepada saksi-saksi, tapi memang belum bisa datang,” kata Doddy.

Dia mengatakan, polisi akan tetap melakukan proses penyelidikan terkait kasus kecelakaan yang menimpa anak mantan Menteri BUMN tersebut, Andrew.

Apalagi, diketahui pelaku yang berusia 16 tahun sudah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Proses hukum tetap berjalan dalam arti kami akan memanggil yang terlibat untuk dimintai keterangannya. (memiliki SIM). Nanti, justru di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) akan dilakukan pendalaman,” kata dia.

Menurutnya, pihaknya tidak bisa memanggil paksa pelaku. Karena pasal yang digunakan adalah pasal materi.

Sehingga, pihak kepolisian Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan agak kesulitan melakukan penyelidikan.

“Kita kan ngga bisa melakukan upaya paksa. Karena memang pasalnya yang dikenakan materi dan bentuknya harus ada laporan,” tutur dia.

Dia menjelaskan, saat ini, polisi masih menenangkan dua pihak yang bertikai, yakni Andrew dan kakanya, Stephen Conquer lantaran masalah kecelakaan itu berawal dari adanya pertengkaran diantara dua kakak beradik tersebut.

Jika pertengkaran itu sudah mereda, polisi akan meminta keterangan dua kaka beradik tersebut.

“Sejauh ini keluarganya bertanggung jawab terhadap para korban. Sudah punya itikad baik, bahkan jemput bola korban-korbannya dihubungi ayahnya dan ditanya apa dan berapa kerugiannya,” kata dia.

More about ...