Kembangkan Konsep Kota Mandiri, Meikarta Memiliki Syarat Hunian Lengkap

Kembangkan Konsep Kota Mandiri, Meikarta Memiliki Syarat Hunian Lengkap
Kamis, 24 Mei 2018 | 23:33

Meikarta. Meikarta.

CIKARANG – Meikarta yang membangun 200
tower hunian disiapkan menjadi kota mandiri berskala internasional. Saat ini,
kota baru di Cikarang ini tengah membangun dengan cepat 70 building apartemen untuk
menyelesaikan tahap per tama pembangunan. Hunian di Meikarta diminati masyarakat
karena dipasarkan mulai harga Rp 200 jutaan.

 

Apartemen dengan harga terjangkau dinilai bisa jadi
solusi ketersediaan hunian (backlog) hunian khususnya di wilayah
Jabodetabek. Dengan harga yang bersahabat, Meikarta dinilai memberikan
kesempatan kepada masyarakat kelas menengah-bawah untuk bisa memiliki hunian di
lingkungan berstandar tinggi.

 

Pengamat Properti Andreas Siregar menilai langkah
bisnis Group Lippo yang membangun kota baru di Cikarang sangat bermanfaat. Masyarakat
kini memiliki banyak pilihan untuk hunian dan investasi. Lebih lanjut, Andreas
menjelaskan, meski banyak orang mengatakan pasar skill sedang tidak stabil,
maka saat inilah ada peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meraup keuntungan
investasi.

 

Menurut Andreas, daerah yang ditopang oleh basis
kawasan industri, pantas dijadikan pilihan untuk berinvestasi properti. “Cikarang
telah ditetapkan sebagai ibukota Bekasi sehingga potensi kawasan ini sangat
besar. Minimal capital benefit yang diberikan sekitar 15% per
tahun,” kata Andreas.

 

Minat masyarakat untuk memiliki hunian vertikal
semakin meningkat karena kemudahan memperoleh kredit pemilikan apartemen (KPA).
Tren tinggal di apartemen juga terus meningkat karena rumah tapak harganya
semakin mahal, sehingga apartemen murah yang memiliki akses mudah dan fasilitas
lengkap menjadi incaran masyarakat.

 

Lahirnya Meikar ta sebagai kota baru sebagai solusi
hunian yang jaraknya tak terlalu jauh dari tempat bekerja. CEO Lippo Group
James Riady mengatakan pembangunan proyek Meikarta adalah solusi untuk
mengurangi beban kota Jakarta dalam banyak aspek, seperti kepadatan lalu
lintas, pergerakan manusia, tata ruang, dan sebagai pusat ekonomi baru.

 

“Masih ada sekitar 11 juta masyarakat Indonesia
yang memiliki pekerjaan, namun belum memiliki rumah karena harga rumah tidak
terjangkau. Masyarakat punya uang, tetapi harga rumah tidak terjangkau. Perlu pihak
yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut,” kata James, seperti dilansir
BeritaSatu.com.

 

Bagi penghuni apartemen Meikarta di Cikarang, tentu
ini menjadi salah satu keuntungan. Pasalnya, hanya dalam hitungan menit,
penghuni bisa mencapai stasiun light rail movement (LRT) dan juga dapat dengan mudah
berpindah transportasi, baik itu Mass Rapit Transit (MRT), Trans Jakarta, dan kendaraan
umum lainnya.

 

Selain itu, hunian Meikarta mudah diakses dari
pintu tol Jakarta-Cikampek, kereta cepat Jakarta-Bandung dengan Cikarang
sebagai salah satu titik pemberhentian, Pelabuhan Patimban, hingga Bandara
Internasional Kertajati.

 

Memiliki hunian di Meikarta akan menjadi instrumen
investasi yang menguntungkan. Sebab, hanya Meikarta yang menjadi kawasan hunian
semua kalangan masyarakat dari berbagai lapisan sosial dan ekonomi dengan fasilitas
berskala internasional. (*)

Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!

More about ...