Kemenlu Beri Pelatihan untuk Instruktur BNP2TKI

Bogor: Kementerian Luar Negeri RI memberikan pelatihan khusus bagi para instruktur yang membekali calon-calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan berangkat ke negara tujuan bekerja.

“Kegiatan training for a trainer ini supaya mereka bisa membekali calon TKI dengan informasi terkini dan tips-tips perlindungan bagi para TKI saat berangkat, lalu saat di negara tujuan dan saat kembali ke Indonesia,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI, Lalu Muhamad Iqbal di Bogor, Minggu 12 Nov 2017.

Dalam kegiatan ini, tim Kemenlu RI juga membekali para instruktur BNP2TKI dengan berbagai opsi pemanfaatan teknologi dalam rangka perlindungan TKI.

“Khususnya SMS Blast dan aplikasi SafeTravel yang bulan depan akan diluncurkan di Android dan IOS-nya,” tambah dia.

Tidak dapat dipungkiri, 80 persen permasalahan TKI selama ini berakar dari permasalahan pra-keberangkatan di dalam negeri atau hulu, khususnya saat perekrutan dan pelatihan serta pembekalan TKI.

“Upaya mencegah masalah TKI di luar negwei akan sangat dipengaruhi okeh keberhasilan pembenahan tata kelola di huku. Banyak kasus TKI itu karena masih lemahnya proses pembekalan jelang keberangkatan,” ucap Iqbal.

Menurut information Kemenlu RI, sekitar 70 persen dari jumlah WNI di luar negeei berprofesi sebagai TKI. Sementara itu, berdasarkan information BNP2TKI, sebanyak 275.736 TKI diberangkatan ke luar negeri secara prosedural pada 2015.

Tahun 2016, sebanyak 195.546 TKI berangkat secara authorised dan tahun ini (sampai Oktober) sebanyak 200.089. Sebelum diberangkatjan, mereka dipastikan akan memperoleh pembekalan yang diberikan oleh para instruktur BNP2TKI.

Berbagai inovasi dilakukan Kemenlu RI dalam rangka memberikan perlindungan yang lebih baik bagi TKI. Salah satu bentuk perlindungannya adalah dengan membangun aplikasi SafeTravel.

Selain menyediakan berbagai informasi dasar yang dibutuhkan di masing-masing negara tujuan, aplikasi tersebut juga menyedikan fasilitas geo-tagging —untuk mengetahui posisi pengguna—, lapor diri online, organisation chatting bagi pengguna yang ada di lokasi sama, serta tombol darurar yang terhubung langsung dengan hotline Kemlu maupun perwakilan RI di negata tersebut.

(ALB)

More about ...