Kemlu Sebut Ratusan TKI yang Disekap Tak Terdaftar di BNP2TKI

Jakarta, CNN Indonesia
Kementerian Luar Negeri menyebut, Al-Jeraisy, agen perekrut pekerja imigran yang menyalurkan ratusan tenaga kerja Indonesia yang diduga disekap di Riyadh, Arab Saudi, merupakan perusahaan besar.

“Perusahaan itu termasuk besar di Saudi. mereka semacam perusahaan mega perekrut pekerja outsourcing yang biasa merekrut pekerja dari mana saja termasuk Indonesia,” tutur Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal saat ditemui di Gedung Kemlu RI di Jakarta, Kamis (6/4).

“Perusahaan itu sudah punya jatah blok visa dari Kedubes Saudi di Indonesia untuk mendatangkan sekitar 1200 TKI. Tapi, dari sum container tersebut, mereka baru berhasil datangkan 152 TKI ke sana. Jadi bisa dipastikan, jumlah TKI dalam kasus ini tak sampai 300,” kata Iqbal menambahkan.

Iqbal menuturkan, secara umum, kasus ini merupakan kasus penempatan TKI yang tidak sesuai prosedur. Sebab, Al-Jeraisy tidak meminta rujukan terlebih dahulu kepada KBRI di Riyadh untuk bisa merekrut dan menyalurkan para TKI di negeri kaya minyak itu.

Selain itu, perusahaan ini juga merekrut TKI yang tidak terdaftar di BNP2TKI. Karena itu, dengan bukti yang kuat, tutur Iqbal, Kemlu bisa melaporkan tindakan perusahaan ini ke otoritas setempat dan meminta Saudi menangguhkan operasi perusahaan.

“Kalau perusahaan ini mau rekrut pekerja kita, harusnya mereka minta publicity dulu dari perwakilan RI di sana. Ini mereka langsung rekrut TKI melalui perusahaan di Indonesia. Dan perusahaannya juga tidak jelas,” ujar Iqbal.

Selain itu, Iqbal menjelaskan, para TKI hanya menyebut perusahaan pengurus visa mereka. “Tidak ada keterangan siapa individu atau perusahaan yang mengirimkan mereka,” tutur Iqbal.

Kabar penyekapan ini muncul usai enam orang TKI dipulangkan setelah kabur dari majikannya dan meminta perlindungan pada KBRI di Riyadh.

Keenam TKI itu didatangkan Al-Jeraisy. Salah satu dari pekerja yang dipulangkan menyebut ada sekitar 300 orang mengalami nasib yang sama dengan mereka saat di Riyadh. Mereka diduga banyak yang disekap oleh majikan. (les)