Kemristekdikti: Kuota SNMPTN dan SBMPTN Wewenang Rektor

Jakarta– Pengumuman Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah berlangsung pekan ini. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menrisrekdikti) M Nasir mengatakan, penerimaan mahasiswa baru untuk perguruan tinggi negeri (PTN) ada tiga jalur yakni SNMPTN, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), dan jalur ujian mandiri (UM).

Dijelaskan dia, kuota masing- masing jalur mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berdasarkan pertimbangan dan kajian pelaksanaan SNMPTN tahun – tahun sebelumnya. Tercatat untuk tahun ini, panitia memutuskan kuota jalur SNMPTN smallest 30 persen, SBMPTN minimun 30 persen, dan ujian mandiri (UM) maksimum 30 persen.

“Jadi boleh menambahkan kuota untuk SNMPTN dan SBMPTN. Bisa tambah 40 persen hingga 50 persen ini tergantung kebijakan perguruan tinggi,” kata Nasir belum lama ini.

Secara terpisah, Ketua Panitia Pusat SNMPTN dan SBMPTN 2017 Ravik Karsidi menyampaikan hal senada. Ia mengatakan​, kewenangan menerima berapa dan siapa yang diterima merupakan kewenangan rektor. Panitia penyelenggara hanya bertugas menfaslitasi bagaimana proses penerimaan mahasiswa baru diselenggarakan dengan sebaik-baiknya dan kredibelitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Panitia hanya menfaslitasi dan minjamin bahwa tidak ada kebocoran dan kecurangan kalau mereka yang diterima melalui SNMPTN dan SBMPTN 2017 ini adalah siswa- siswa terbaik,” kata Ravik kepada SP, Sabtu (29/4).

Dijelaskan dia, jika PTN menggunakan kuota lebih dari yang tentukan khusus untuk SNMPTN dan SBMPTN diperbolehkan. Ia mencontohkan, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) merupakan salah satu perguruan tinggi yang menggunakan kuota SNMPTN dan SBMPTN 50:50 persen tanpa membuka jalur UM.

Kuota SNMPTN dan SBMPTN 2017 jadi kebijakan PTN menyebabkan banyak perguruan tinggi memilih untuk menggunakan seleksi SBMPTN. Pasalnya, SNMPTN yang menggunakan nilai rapor kebanyakan submit tidak sesuai atau tidak memenuhi standar PTN. Hal ini terlihat dari hasil pengumuman SNMPTN 2017.

Berdasarkan information panitia SNMPTN, dari sum 101.906 siswa yang diterima pada 78 perguruan tinggi negeri. Universitas Haluoleo menjadi PTN yang menyediakan kursi SNMPTN terbanyak.

“Dari 10 besar perguruan tinggi yang terima siswa jalur SNMPTN, Univeritas Haluoleo menerima 3.174 perserta. Haluoleo jadi perguruan tinggi terbanyak,” kata Ravik.

Selanjutnya, ditambahkan dia, setelah Unversitas Haluoleo, di posisi kedua ada Universitas Brawijaya (3.083), diikuti Universitas Diponegoro (2.484). Posisi keempat ada Universitas Negeri Padang (2.390), Kelima ada Universitas Padjadjaran (2.369), Institut Teknologi Bandung (2.354), Universitas Jember (2.301), Universitas Negeri Malang (2.268), Universitas Sumatera Utara (2.221), dan Institut Pertanian Bogor (2.172).

Selanjutnya, 10 besar perguruan tinggi yang banyak diminati pendaftar untuk urutan pertama ada Universitas Padjadjaran 39.388. Sedangkan untuk urutan kedua ada Universitas Brawijaya (33.950), dikuti Universitas Diponegoro (32.085), Universitas Sumatera Utara (31.940), Universitas Gadjah Mada (31.814), Universitas Sebelas Maret (29.473), Universitas Negeri Semarang (28.864), Universitas Pendidikan Indonesia (26.990), Universitas Hasanudin (25.031), dan Universitas Negeri Yogyakarta (23.838).

Sementara itu, untuk 10 besar provinsi dengan animo pendaftar SNMPTN tertinggi, urutan pertama ditempati oleh Jawa Timur (15.119). Kedua, Jawa Barat (10.172), Jawa Tengah (8.275), Sumatera Utara (7.025), Aceh ( 4.838), Sulawesi Selatan (4.643) , DKI Jakarta (3.955), Sumatera Barat (3.870), Sulawesi Tenggara ( 3.469), dan Riau (3.154).

Selanjutnya, bagi siswa dan orang tua yang ingin mengetahui hasil SNMPTN dan SBMPTN 2017, dapat diakses melalui laman
http://pengumuman.snmptn.ac.id dan http://pengumuman.snmptn.ac.id.

 


Maria Fatima Bona/PCN

BeritaSatu.com

More about ...