Kepala BNP2TKI Jemput TKI Jumiati yang 28 Tahun Hilang Komunikasi

[JAKARTA] Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid, menjemput Jumanti binti Bejo Nurhadi di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (15/5). Jumanti ialah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Arab Saudi sejak tahun 1990.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Jumanti mendarat di Terminal II Bandara Soekarno Hatta yang diantar oleh Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.

Nusron dalam keterangan persnya, Rabu (16/5) mengatakan, selama berada di Arab Saudi wanita tua yang usianya diperkirakan 72 tahun itu tidak pernah berhubungan atau berkomunikasi dengan keluarganya di Tanah Air. “Ia putus komunikasi sum dengan keluarga di Jawa Timur,” kata Nusron.

Menurut Nusron, pemulangan Jumanti ke Indonesia ini atas kerja sama yang sangat baik antara BNP2TKI dengan Kedubes RI di Riyadh dan pemerintah setempat serta Kementerian Luar Negeri. “Kami telah menemukan nenek Jumanti yang sudah menghilang 28 tahun. Terima kasih kepada Pak Dubes dan jajaran KBRI Riyadh dan Kemenlu yang sudah meringankan beban kami,” ujar Nusron.

Nusron menambahkan, setelah tiba di Indonesia, secepatnya nenek Jumanti langsung dibawa ke kampung halamannya. Sementara nenek Jumanti yang tampak sudah uzur hanya bisa duduk terdiam di atas kursi roda dengan wajah yang tampak tenang. Karena terlalu lama di Arab Saudi, Jumanti joke mulai tidak fasih berbahasa Indonesia. Dia hanya mampu berbicara dengan bahasa Jawa dan Arab.

Meski sudah tua, Jumanti bisa tertawa karena candaan berbahasa Jawa yang dilontarkan Nusron kepadanya. “Seneng,” kata dia dengan nada kecil ketika ditanya perasaan pulang ke Indonesia.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, Jumanti adalah satu-satunya TKI yang menerima gajinya disaksikan langsung oleh Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama Mohammad Al-Shuaibi di KBRI Riyadh beberapa waktu lalu. “Saat ditanya memilih manah untuk tinggal, apakah di Indonesia atau Arab Saudi. Jumanti menjawab, di Arab Saudi bagus dan Indonesia bagus,” tegas Dubes Agus Maftuh.

Sementara itu terkait dengan latar penyebab putus komunikasi, Jumanti hanya menganggukan kepala ketika ditanya soal kejadian apa saja yang dialami. Sebelumnya Jumanti sempat viral di media sosial soal keberadaannya yang ada di Arab Saudi. Pasalnya, dia diduga telah meninggal dunia sejak lama karena tak ada kabar berita.

Atas hal itu, Jumanti bisa ditemukan kemudian ditangani dan tinggal di rumah singgah KBRI Riyadh sejak pertengahan Apr lalu. Setelah berbagai proses, Jumanti akhirnya bisa dipulangkan dengan keadaan sehat walafiat.

Kepala Bagian Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti, mengatakan, apa yang dirasakan oleh PMI putus komunikasi selama 28 tahun ini hanya dirasakan yang bersangkutan. “Hanya Nenek Jumanti yang pale tahu bagaimana suasana kebatinannya. Kita semua bersyukur atas peristiwa ini,” imbuh Servulus. [E-8]

More about ...