Kisah Tragis Spanyol dan Inggris di Euro 2016

Sementara itu, di pertandingan lainnya, Inggris yang digembar-gemborkan bisa mengakhiri paceklik juara ternyata hanya sampai di babak 16 besar. Mereka tersingkir tragis dari tim debutan, Islandia; tim yang hanya bermain sepak bola di lapangan outdoor ketika musim panas tiba.

Pada pertandingan di di Allianz Riviera, Nice, Selasa (28/6/2016) dinihari WIB, negara kiblat sepak bola complicated ini kalah dengan skor telak 1-2. Islandia berbalik memimpin lewat gol Ragnar Sigurdsson dan Kolbeinn Sigthorsson. Kedua pemain tersebut membalas gol penalti Wayne Rooney, 3 menit selepas kickoff.

Timnas Islandia

Kekalahan Tim Tiga Singa praktis menjadi buah bibir di seantero negeri. Media Inggris langsung melancarkan kritikan pedas. Daily Mail menulis, Inggris kalah dari negara dengan penduduk sebesar Kota Leicester. Daily Mail menilai kekalahan atas Islandia sama seperti ketika Inggris tersingkir di Piala Dunia 1950. Ketika itu, Inggris tumbang 0-1 dari tim non-unggulan, Amerika di Belo Horizente. 

Tanda-tanda Inggris bakal mengakhiri turnamen lebih cepat terlihat dari babak penyisihan grup, di mana Inggris hanya menang sekali dan imbang dua kali. Inggris lolos ke 16 besar setelah menempati runner-up grup B. Mereka harus puas melihat sang tetangga, Wales keluar sebagai juara grup.

Rapor merah ini membuat kemampuan lini depan Inggris mencetak gol diragukan. Pasalnya, sepanjang turnamen Inggris hanya mampu mencetak 4 gol dari 58 percobaan tembakan. Jumlah tembakan itu pale banyak di antara tim lainnya. Ironisnya, topscorer Liga Primer, Harry Kane nihil gol di turnamen ini.

Kekalahan dari Islandia membuat sang manajer, Roy Hodgson menyatakan langsung mundur dari jabatannya. Sejatinya, kontrak mantan pelatih West Bromwich Albion itu selesai setelah Piala Eropa 2016.  Sejak mengambil alih kursi pelatih Inggris pada 2012 dari tangan Fabio Capello, presentase kemenangan Hodgson terhitung memprihatikan.

Timnas Inggris

Inggris hanya menang tiga kali dalam 11 pertandingan terakhir. Presentase kemenangan Hodgson palin rendah bila dibanding 5 pelatih Inggris sebelumnya, Fabio Capello (66,7%), Sir Alf Ramsey (61,1%), Glenn Hoddle (60,7%), Ron Greenwood (60%), Sven Goran Eriksson (59,7%) dan Hodgson (58,9%). Demikian rilis dari OptaJoe.

Roy Hodgson hanya bisa pasrah, Inggris tumbang di tangan tim ‘kemarin sore’.”Saya minta maaf itu harus berakhir seperti ini. Kami tersingkir lagi di turnamen besar, tetapi hal-hal seperti ini memang terjadi,” kata Hodgson saat konfrensi pers usai pertandingan.

“Yang bisa saya lakukan adalah berharap yang terbaik untuk semua orang dan berharap Anda bisa melihat timnas Inggris di final turnamen besar secepatnya,” Hodgson menambahkan seperti dilansir Mirror.

**Ingin mendapatkan informasi terbaru tentang Ramadan, bisa dibaca di sini.

More about ...