Komisi IX DPR RI dan BNP2TKI Sosialisasi Peluang Kerja ke Luar Negeri dan Migrasi Aman

Hadir Sebagai Narasumber, Anggota Komisi IX DPR RI, Robert Rouw, Kadis Tenaga Kerja Yaan Piet Rawar dan perwakilan dari PNP2TKI perwakilan Makasar dan dihadiri puluhan pemuda dan pemudi dari kota Jayapura dan sekitarnya.

Anggota Komisi IX DPR RI, Robert Rouw disela-sela kegiatan Sosialisasi mengatakan, pemerintah daerah baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota berkewajiban untuk memberi perlindungan kepada pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri, termasuk pekerja asal Papua.

Robert Rouw menjelaskan, dengan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) menjadi Undang-Undang sudah tentu memberi perlindungan pekerja migran Indonesia.

“Jadi dalam reses ke daerah, memang kami mengunjungi mitra kerja kami seperti BNP2TKI, Kesehatan, Tenaga Kerja dan BBPOM serta lainnya,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan pihaknya bersama dengan BNP2TKI mensosialisasikan kepada masyarakat module pemerintah termasuk dari keberadaan BNP2TKI sendiri. Karena selama ini masyarakat Papua hanya mengetahui tentang BNP2TKI hanya melalui TV saja, sehingga sangat perlu memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait hal ini,” tuturnya.

Terkait pekerja migran sendiri, Robert menilai bahwa pemerintah daerah juga bertangung jawab, sehingga nasib daripada para pekerja tersebut bisa lebih baik.

“Saya mau tekankan bahwa semua perangkat harus mengambil bagian, itulah saya minta teman-teman dari Kantor BNP2TKI dari masyarakat bisa hadir disini untuk sama-sama mensosialisasikan module dari pemerintah kepada masyarakat,” tuturnya.

Robert menyinggung tentang Balai Tenaga Kerja di Papua, dimana, balai pelatihan harus membina tenaga kerja asal Papua yang memiliki kualifikasi dan bisa bersaing di perusahan-perusahan besar termasuk PT Freeport Indonesia.

“Kami sudah sarankan agar Kementerian Tenaga Kerja bisa turun tangan untuk mengontrol langsung balai-balai pelatihan di Papua, karena selama ini kami lihat tidak berjalan dengan baik, apalagi kita juga harus mendorong tenaga kerja asal Papua yang terampil,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua, Drs Yan Piet Rawar menegaskkan bahwa untuk pekerja migran asal Papua yang bekerja diluar negeri, memang pihaknya tidak mempunyai information secara rinci, tetapi berdasarkan keterangan dari BNP2TKI bahwa ada tenaga kerja asal Papua yang bekerja di luar negeri.

“Mereka umumnya bekerja di perusahan-perusahan kelapa sawit di Serawak, Malaysia, ada juga di beberapa negara,”tegasnya.

Rawar menyebutkan dengan adanya kegiatan dari BNP2TKI maupun anggota DPR RI, Robert Rouw yang menyambangi Papua, maka diharapkan ada kesamaan persepsi untuk mekanisme peningkatan tenaga kerja ke luar negeri.

“Kita harapkan kedepan, mereka yang mau kerja di luar negeri perlu untuk mendapat pelatihan dengan baik dan kehadiran merkea di luar negeri, juga harus diketahui, sehingga kita punya information bottom berapa banyak tenaga kerja asal Papua di luar negeri,” sebutnya.

More about ...