KPK akan Panggil Suami dan Mertua Dian Sastro Terkait Emirsyah




Jakarta
KPK akan memanggil kembali suami dan mertua Dian Sastrowardoyo, Maulana Indraguna Sutowo dan Adiguna Sutowo, terkait kasus mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Pemanggilan ulang keduanya akan dilakukan dalam dua minggu ke depan.

“Jadwal pastinya saya belum dapat tanggal persisnya. Tapi kemungkinan tentu dijadwalkan dalam jarak yang tidak terlalu lama. Apakah di minggu kedua atau minggu ketiga di bulan April. Tapi nanti kami sampaikan lagi informasinya,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/4/2018).

Panggilan tersebut dilayangkan karena Indraguna, yang merupakan Dirut PT Mugi Rekso Abadi (MRA), absen dari bulletin pemeriksaan sebelumnya. Belakangan, Indraguna memberi klarifikasi baru kembali dari luar negeri.

Sementara itu, ayahnya, Adiguna, yang merupakan salah satu pendiri MRA, absen karena disebut kurang sehat. Dalam panggilan selanjutnya, KPK mengimbau ayah dan anak itu hadir.

“Kami harap datang ya, karena terakhir kemarin ada alasan ketidakhadiran yang disampaikan. Misalnya kondisi sakit dan juga ada kondisi baru kembali dari luar negeri,” kata Febri.

“Harapannya, kalau besok minggu depan atau minggu ketiga Apr dilakukan pemeriksaan, para saksi bisa datang dan menjelaskan apa yang diketahui terkait dengan MRA (PT Mugi Rekso Abadi) tersebut,” sambungnya.

Sebelumnya, Adiguna tak hadir saat dipanggil sebagai saksi untuk Emirsyah pada Selasa (20/3) lalu. Saat itu KPK ingin menanyakan soal kaitan antara pengusaha itu dan eks Dirut MRA Soetikno Soedarjo, yang juga tersangka dalam kasus dugaan suap terhadap mantan Dirut PT Garuda Emirsyah Satar.

KPK juga memanggil Indra pada Selasa (27/3), tapi yang bersangkutan mangkir. KPK rencananya menanyakan soal pendirian dan mekanisme keuangan PT MRA kepada Indra.

“Terkait pendirian MRA dan mekanisme keuangan di perusahaan tersebut. Kami dalami sejauh mana relasi mekanisme korporasinya dengan tersangka SS (Soetikno Soedarjo),” ujar Febri.

Dalam kasus ini, Soetikno, yang pernah menjadi Dirut PT MRA, diduga memberi suap kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat Airbus SAS dan mesin pesawat Rolls-Royce untuk PT Garuda Indonesia. Suap diberikan Soetikno dalam kapasitas sebagai beneficial owner Connaught International Pte Ltd.

Jumlah duit suap yang diduga diberikan kepada Emirsyah sebesar 1,2 juta euro dan USD 180 ribu atau setara Rp 20 miliar. Emirsyah juga diduga menerima suap dalam bentuk barang senilai USD 2 juta yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

(nif/idh)


<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

More about ...