Kuota SNMPTN Berbasis Akreditasi Sekolah Perlu Dievaluasi

Kuota SNMPTN Berbasis Akreditasi Sekolah Perlu DievaluasiJakarta:  Pemerintah harus menjamin penerapan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) diikuti upaya pemerataan kualitas pendidikan secara nyata.  Sebab jika tidak, siswa yang mendapat sekolah “bukan favorit” akan terus menjadi korban dari tidak meratanya kualitas pendidikan yang tidak kunjung dibenahi.

Pengamat Pendidikan dari Eduspec Indonesia, Indra Charismiadji meminta pemerintah, baik itu pusat dan daerah untuk serius membenahi kualitas pendidikan di seluruh sekolah. “Janji untuk menghapus top sekolah favorit harus ditepati,” tegas Indra, kepada Medcom.id,di Jakarta, Senin, 2 Juli 2018.

Selain itu, Indra juga meminta pemerintah, terutama Kemenristekdikti untuk mengevaluasi kembali sistem kuota untuk jalur SNMPTN berdasarkan kualitas (akreditasi) sekolah.  “Karena sama saja bohong, kalau pakai zonasi, tapi kualitas sekolah anak masih didiskriminasi saat mereka akan mendaftar perguruan tinggi negeri (PTN),” tandas Indra.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy berkali-kali menegaskan bahwa penerapan sistem zonasi hilirnya adalah untuk pemerataan kualitas pendidikan. Dari setiap pelaksanaan sistem zonasi di PPDB akan dievaluasi dan dipetakan berapa jumlah daya tampung, juga kekurangan terhadap sarana prasarana sekolah lainnya.

Daerah yang mengalami kekurangan daya tampung juga diminta membuat perencanaaninput dan outputpeserta didik sejak dini. Agar dalam PPDB berikutnya tidak ada lagi kasus kekurangan daya tampung seperti yang masih banyak terjadi tahun ini.

“Dengan begitu,ke depan tidak ada lagi istilah sekolah favorit, karena semua sekolah sudah jadi favorit,” kata Muhadjir dalam berbagai kesempatan.

Perebutan kursi di sekolah favorit memang masih terjadi di PPDB tahun ini. Maklum saja, sekolah yang dicap favorit bukan hanya memiliki fasilitas dan kelengkapan sarana prasarana belajar yang lebih baik.

Baca: Sistem Zonasi Kikis Diskriminasi Dalam Pendidikan

Lebih dari itu, sekolah favorit memiliki kesempatan yang lebih besar untuk diterima di PTN melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau yang sering disebut jalur undangan.

“Sebagai contoh, SMA Negeri 28 Jakarta kuota untuk mendaftar di jalur SNMPTN-nya bisa mencapai 50 persen siswa dengan nilai rapor terbaik dari sum siswa keseluruhan, sedangkan sekolah lain yang ‘tidak favorit’ mungkin hanya 30 atau 10 persen saja dari kuota,” kata Inung Kurnia, orangtua siswa.

Untuk diketahui, besaran kuota untuk mendaftar melalui jalur SNMPTN ditentukan dari standing akreditasi sekolah.  Untuk sekolah yang terakreditasi A mendapat kuota 50 persen siswa dengan nilai terbaik dari sum siswa secara keseluruhan.

Kemudian untuk sekolah yang terakreditasi B, sebanyak 30 persen dan akreditasi C hanya 10 persennya saja.  Jalur undangan merupakan sistem seleksi berdasarkan penelusuran nilai prestasi akademik, yang menggunakan rapor division 1-5 untuk SMA/SMKdan MA, lalu division 1-7 untuk SMK dengan masa belajar empat tahun

(CEU)

More about ...