Langka! Gerhana Matahari Total 2017, Anda Bisa Melihat Korona Matahari

JAKARTA – Fenomena gerhana matahari sum diperkirakan akan terjadi di Amerika Serikat (AS) pada Agustus. Gerhana ini akan memberikan ilmuwan informasi berharga tentang aktivitas matahari dan pengaruhnya terhadap atmosfer bumi.

Ahli fisika surya melihatnya sebagai kesempatan unik untuk mengamati korona matahari langsung dan melibatkan masyarakat dalam proyek sains warga untuk memperbaiki pemahaman kita tentang bintang, medan magnet, dan cuaca di luar angkasa.

Korona merupakan bagian terluar dari atmosfer matahari yang biasanya tidak terlihat oleh mata telanjang, karena disembunyikan oleh cahaya terang dari permukaan bumi.

Meski begitu, selama gerhana matahari total, kemungkinan korona hanya akan terlihat sekilas. Penampakan korona ini terbilang sangat penting untuk memahami bagaimana cuaca luar angkasa termasuk angin matahari memengaruhi world Bumi.

Korona meluas ke Bumi, menghasilkan angin matahari yang kuat dan berjalan cepat di seluruh tata surya, kemudian bertemu dengan Bumi dan medan magnet pelindungnya.

Beberapa partikel bermuatan angin surya dibelokkan, namun beberapa partikel itu berjalan mendekati Bumi. Di sana, mereka bisa mengganggu komunikasi dan navigasi satelit hingga merusak listrik. Mereka juga bertanggung jawab menciptakan aurora.

Dilansir IB Times, Kamis (27/7/2017), kemampuan ilmuwan memprediksi cuaca luar angkasa telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun hal tersebut masih menghadapi banyak tantangan.

Jika tak ada gerhana matahari, perangkat yang dikenal sebagai coronagraph dapat digunakan untuk menutupi sinar matahari dan mempelajari korona. Namun perangkat itu biasanya dibuat lebih besar dari cakram sinar matahari untuk melindungi teleskop dari kerusakan dan cenderung menghalangi korona dari pandangan ilmuwan.

Hal tersebut merupakan masalah menurut Carrie Black, dari US National Science Foundation. “Ilmuwan tertarik pada korona, yang karenanya banyak aktivitas matahari dan asal usul cuaca antariksa,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers tentang gerhana sum yang akan datang.

Dibanding coronagraph, bulan menghalangi sinar matahari dengan sempurna selama gerhana matahari total. Ukurannya 400 kali lebih kecil dari matahari dan 400 kali lebih dekat ke Bumi, sehingga bisa menutupi permukaan matahari dengan sempurna jika keduanya sejajar.

Gerhana sum 2017 dengan demikian akan menjadi kesempatan unik untuk mempelajari korona secara langsung dan meningkatkan pengetahuan ilmiah tentang aktivitas matahari.

“Gerhana membantu kita mempelajari korona matahari. Kita hidup di korona matahari dan matahari menempatkan masyarakat yang bergantung pada teknologi dalam bahaya hampir setiap hari. Banyak sistem kita seperti komunikasi satelit bergantung pada aktivitas matahari, jadi penting bagi kita untuk memahami hubungan antara matahari dan Bumi, dan untuk meramalkan cuaca antariksa,” papar Scott McIntosh, Director of a National Center for Atmospheric Research High Altitude Observatory.

Selama gerhana, para ilmuwan berharap untuk membuat banyak pengukuran sifat fisik korona dan untuk mengetahui lebih banyak alasan mengapa suhunya sangat panas. Suhu korona yang tinggi, dibandingkan dengan suhu permukaan matahari, telah lama menjadi sebuah misteri.

Gerhana juga akan menjadi kesempatan untuk mempelajari ionosfer, lapisan atmosfer Bumi. Bayangan gerhana sum memang menciptakan perubahan ionosfer dan para ilmuwan ingin mengetahui lebih banyak tentang seberapa banyak dan seberapa lama ionosfer dipengaruhi oleh gerhana matahari.

Akhirnya, gerhana akan digunakan untuk menguji instrumen ilmiah baru dan untuk melakukan eksperimen crowd-sourcing.

Para ilmuwan ingin mendorong orang-orang untuk berpartisipasi dalam proyek sains warga dan untuk mengambil ribuan gambar gerhana yang kemudian akan dianalisis secara rinci di tahun-tahun mendatang. Dengan demikian, mereka melihat gerhana sebagai ‘laboratorium alami’ untuk memahami matahari, Bumi, dan seberapa jauh keterlibatan publik dapat membantu kemajuan pengetahuan ilmiah.