Lebih dari 700 warga di Belitung ‘dilarang’ melihat Gerhana Matahari Total

Dusun Balitung

Image caption

Warga Dusun Balitung merupakan transmigran yang berasal dari Bali.

Setidaknya 731 orang dari 199 keluarga Dusun Balitung, Pelepak Pute, di Pulau Belitung, tidak boleh melihat Gerhana Matahari Total, Rabu 9 Maret, padahal mereka tak jauh dari titik terdekat gerhana.

Soalnya mereka merupakan umat Hindu Bali, yang bertransmigrasi ke Belitung, dan Rabu merupakan Hari Raya Nyepi.

“Warga di sini hanya boleh melihat gerhana matahari sum melalui rekaman di televisi, sehari sesudah peristiwa,” kata Nyoman Siwi, salah seorang tetua dusun.

Hari Raya Nyepi antara lain ditandai dengan larangan menyalakan api, larangan ke luar rumah, larangan makan (puasa).

Image caption

Kelak akan ada yang memantau kepatuhan umat Hindu Bali saat Hari Raya Nyepi.

“Jadi kami tak akan menyaksikan siaran langsung juga, karena tidak boleh menyalakan televisi,” tambah Ngurah Oka, seorang warga lain.

Nyoman Siwi memahami GMT adalah peristiwa langka yang baru puluhan tahun lagi akan terjadi, namun, tambahnya, mereka harus mematuhi tradisi dan perintah agama.

“Nanti akan ada yang memantau kepatuhan warga, kalau ada yang melanggar, akan ada sanksi,” tandasnya.

Balitung adalah satu dari tiga dusun di Desa Pelepak Pute, Kecamatan Sijuk, yang merupakan titik terdekat ke lintasan Gerhana Matahari Total.

Desa Pelepak Pute merupakan satu dari 12 titik pusat pengamatan GMT yang ditetapkan pemerintah daerah Kabupaten Belitung, baik di wilayah pantai maupun perbukitan.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan turut mengamati GMT dari titik pengamatan Pantai Kelayang, sebuah pantai yang sangat populer di Pulau Belitung.

More about ...