Majelis Rektor Deklarasi Jaga Kampus dari Radikalisme




Jakarta – Isu gerakan radikalisme yang menjamah perguruan tinggi mengemuka sejak beberapa waktu yang lalu. Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) mendeklerasikan komitmen untuk menjaga kampus dari gerakan radikal itu.

93 Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia yang tergabung dalam MRPTNI dalam pertemuan di Merauke 21 Agustus 2017. Mereka menyatakan sikap melalui Deklarasi kebangsaan. Dalam pernyataan tersebut para rektor mengikrarkan kesetiaan akan Pancasila, UUD-45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

Majelis Rektor Deklarasi Jaga Kampus dari RadikalismeFoto: Deklarasi majelis rektor/IstimewaBertempat di Distrik Sota, Merauke, tepat di Tapal Batas Negara antara Republik Indonesia dan PNG, Sekjen MRPTNI, Prof Dr. Dwia Ariestina Pulubuhu membacakan naskah Deklarasi Kebangsaan tersebut dan diikuti dengan penandatanganan naskah oleh seluruh rektor PTN yang dipimpin oleh Ketua MRPTNI, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc, Rektor IPB. Penanda tanganan tersebut disaksikan oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Prof. Intan Ahmad yang mewakili Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi beserta Bupati Merauke, Tambraw, dan dan seluruh pejabat pemerintahan di Kabupaten Merauke.

Berikut naskah lengkap Deklarasi MRPTNI tersebut;

PERNYATAAN SIKAP MAJELIS REKTOR PERGURUAN TINGGI NEGERI INDONESIA TENTANG KESETIAAN TERHADAP PANCASILA, NKRI, UUD-1945, DAN BHINEKA TUNGGAL IKA

Menimbang bahwa Pancasila sebagai ideologi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menghadapi tantangan berat untuk menjawab dan memberikan solusi berbagai problema mendasar yang mendera bangsa Indonesia, seperti sikap koruptif, sikap permisif, sikap intoleransi, rasa primordial, tergerusnya keadilan, meningkatnya kesenjangan dan ketimpangan, menurunnya tanggung jawab sosial minimnya keteladanan, tergerusnya sendi keragaman dan kebhinekaan, karakter individualistik, yang pada gilirannya bermuara pada merenggangnya kohesi bangsa dan semakin melemahkan peran nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah pemersatu bangsa;

Bahwa perguruan tinggi yang bertujuan meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan, memperkokoh sendi-sendi keberagaman, menjunjung tinggi nilai-nilai keluhuran, serta tempat persemaian benih-benih kepeloporan dan rasa kepedulian, diharapkan menjadi institusi terdepan untuk tetap menjaga dan mendorong terus menerus penguatan kembali nilai-nilai Pancasila pada masyarakat kampus; Bahwa Pancasila sebagain jiwa bangsa dan ideologi perekat keberagaman bangsa, memerlukan revitalisasi dan pemurnian gagasan yang lebih aktual, substansial, berdasarkan prinsip ideologi yang complicated dengan tetap berpijak pada nilai keluhuran, semangat keberagaman, dan rasa keadilan masyarakat, serta penguatan NKRI.

Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia berkomitmen; 1. Menyiapkan sumber daya manusia yang cerdas secara intelektual, sosial, religius dan profesional yang memiliki karakter Pancasila untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial. 2. Mengembangkan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Sosial Budaya yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila demi terwujudnya kemandirian Bangsa. 3. Menjaga perguruan tinggi dari radikalisme dan segala bentuk gerakan yang mengancam Pancasila, NKRI, UUD-1945, dan Bhineka Tunggal Ika. DISAMPAIKAN DI SOTA, MERAUKE TANGGAL 21 AGUSTUS 2017

Dalam momen yang sama, pelaksanaan Deklarasi ini sekaligus dirangkaikan dengan rapat evaluasi pelaksanaan SNMPTN-SBMPTN 2017 oleh para Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. Ketua Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017, Prof. Dr. Ravik Karsidi, Rektor UNS sehari sebelumnya 20 Agustus 2017 di Merauke, memimpin rapat Evaluasi SNMPTN-SBMPTN 2017 bersama seluruh Rektor PTN yang tergabung dalam SNMPTN-SBMPTN 2017.

Pelaksanaan SNMPTN-SBMPTN 2017 pada umumnya berjalan dengan baik di seluruh tanah atmosphere tanpa ada gangguan apapun yang berarti. Ini menunjukkan bahwa komitmen yang tinggi telah ditunjukkan oleh para rektor dalam merekrut calon-calon mahasiwa baru yang berkualitas dan diprediksi dapat sukses menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri. Seluruh permasalahan yang ditemui dalam pelaksanaan SNMPTN-SBMPTN dapat diatasi dengan baik, sehingga akan menjadi perhatian khusus dalam penyempurnaan pelaksanaa SNMPTN-SBMPTN tahun-tahun berikutnya, terutama dalam rencana penerapan complement seleksi berbasis mechanism (CBT).

(fjp/fjp)

More about ...

  • UGM Terima 1.993 Calon Mahasiswa Jalur SNMPTN 2017UGM Terima 1.993 Calon Mahasiswa Jalur SNMPTN 2017 Yogyakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima 1.993 calon mahasiswa program sarjana melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) […]
  • Ini Daftar Siswa yang Lolos SNMPTN 2017Ini Daftar Siswa yang Lolos SNMPTN 2017 Jakarta - Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mengumumkan hasil proses seleksi. Siapa saja siswa-siswi yang lolos SNMPTN? Siswa yang […]
  • Ini Daftar Siswa yang Lolos SNMPTN 2017Ini Daftar Siswa yang Lolos SNMPTN 2017 Jakarta - Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mengumumkan hasil proses seleksi. Siapa saja siswa-siswi yang lolos SNMPTN? Siswa yang tidak lolos […]