Maudy Ayunda Ajak Anak Muda Tunaikan Pajak

Metrotvnews.com, Jakarta: Aktris sekaligus penyanyi Maudy Ayunda mengajak generasi muda untuk taat menunaikan pajak. Ajakan ini dikatakan Maudy menyusul imbauan pemerintah sedang gencar menggenjot pendapatan dari sektor pajak demi memuluskan bulletin pembangunan.

Berdasarkan catatan Menteri Keuangan Sri Mulyani, porsi kontribusi usia muda (21 tahun-30 tahun) terhadap wajib pajak pribadi hanya 4,9 persen.

“Anak-anak muda bisa berkontribusi dengan disiplin membayar pajak agar negara bisa melakukan perubahan yang lebih besar lagi,” tegas Maudy yang menjadi pembicara di acara Supermentor-20 di Jakarta, belum lama ini.

Menurut bintang film Untuk Rena  yang juga menjadi Global Shaper dari World Economic Forum (WEF), itu peran pale sulit bagi generasi muda ialah sebagai warga negara yang aktif.

Karena selain harus taat pajak, anak muda juga perlu mengawal kebijakan pemerintah secara detail.

“Penting untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah agar bisa optimal. Kita (anak-anak muda) ialah pewaris negara ini,” ucapnya.

Lulusan politics, philosopy, and economics di Oxford University, Inggris, itu menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih berpotensi terus tumbuh. Dirinya optimistis masa depan Indonesia bakal cerah jika semua pihak, mulai dari presiden hingga turn masyarakat, turut mengupayakannya.

Dua peran

Menurut pendapatnya ada dua peran lagi yang bisa diambil generasi muda.

Pertama, anak muda tak hanya harus bermimpi, tapi juga menciptakan peluang.

“Kita adalah millenials yang tidak hanya mengejar mimpi, tapi juga membuat mimpi. Kita generasi yang menciptakan peluang,” jelas dia.

Dia mencontohkan perkembangan perusahaan rintisan digital (start-up) sektor transportasi yang kini tengah berkembang.

Lewat inovasi dan teknologi, lanjutnya, para pengusaha muda sudah menciptakan kesempatan kerja baru.

“Beberapa tahun lalu lapangan kerja seperti itu jelas enggak ada,” katanya.

Kedua, kelompok muda sebagai calon orangtua sebaiknya memiliki kesadaran untuk memastikan pentingnya nutrisi bagi keluarga.

Alasannya demi menjamin generasi baru terbebas dari masalah malnutrisi.

“Juga ada tanggung jawab ke komunitas kita untuk mempromosikan kebiasaan-kebiasaan yang positif,” ujarnya.

Indonesia sendiri memang masih menghadapi masalah malnutrisi dan stunting. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan angka stunting sebesar 29 persen.

Tercatat satu dari tiga anak Indonesia tergolong kekurangan gizi.

Di sisi lain, Maudy mengatakan anak muda saat ini memang sangat antusias dengan informasi digital dan media sosial.

Namun, semua sumber informasi yang berlimpah itu dia sebut bisa menyulitkan generasi muda untuk menerjemahkannya menjadi tindakan konkret demi perubahan.

Oleh karena itu, imbuhnya, diperlukan pembentukan pola pikir agar anak muda melek pengetahuan.

“Apa sih pembangunan itu? Kenapa negara harus maju? Saat kita membicarakan pertumbuhan (ekonomi), kita sebenarnya peduli untuk membuat orang-orang tersenyum karena itu merupakan soal kemakmuran. Artinya kita peduli sesama,” tutupnya. (Dhika Kusuma Winata/Media Indonesia)

(DEV)


More about ...