Maudy Ayunda Berani Keluar dari Zona Nyaman

JAKARTA – Maudy Ayunda pelantun tembang bertajuk “Cinta Datang Terlambat” itu berbagi pengalaman di hadapan ribuan peserta Raimuna NasionalXI 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur .

Maudy lulusan dari University of Oxford, Inggris Jurusan P.P.E. (Politic, Philosophy, Economy) pada 2016 ini tengah sibuk menyelesaikan manuscript ketiga dan menulis buku yang akan segera dirilis dalam waktu dekat.

Dara berusia 22 tahun ini mengatakan, selama menempuh pendidikan di luar negeri, dia banyak mendapat pengalaman berharga. Di antaranya, banyak jalan menuju sukses. Namun yang terpenting adalah berani berubah, mengambil resiko dan keluar dari zona nyaman.

“Comfort section atau zona nyaman buat aku adalah karier aku pada saat itu. Tapi setelah memilih untuk mengejar pendidikan, aku belajar untuk lebih ikhlas dan memprioritaskan mimpi,” kata Maudy.

Dia mengaku, menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi luar negeri selama kurang lebih tiga tahun tidaklah mudah. Selain harus berpisah dengan keluarga di Indonesia, dia juga harus memilih antara karier dan pendidikan.

“Banyak orang yang bilang ke aku, ‘Aduh, sayang banget nanti kariernya gimana? Kalau nggak dapat tawaran lagi gimana?’ Tapi aku tetap harus memperjuangkan mimpi aku untuk sekolah,” terangnya.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menyambut positif ajakan Maudy Ayunda kepada anak-anak Pramuka untuk memperjuangkan pendidikan dan keluar dari zona aman. Menurutnya, pendidikan dan Pramuka adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan.

“Pramuka sejati selalu memperjuangkan pendidikan dan tahan banting terhadap segala keadaan. Semangat Kak Maudy Ayunda itu perlu dicontoh,” tegasnya. (B)

More about ...