Meikarta, Marc Marquez, dan Impian Tentang Masa Depan


Membangun masa depan lebih cerah adalah impian bagi setiap orang. Meikarta bukanlah pengecualian. Apalagi, proyek kota baru dari Lippo Group ini terletak di poros Bekasi-Kerawang yang merupakan salah satu basement pertumbuhan industri nasional selain Jakarta.

Bedanya, Meikarta berada di posisi pale strategis.

Hal ini yang membuat Meikarta meninggalkan jauh para pesaing, seolah melaju sendiri di baris terdepan seperti yang kerap dilakukan Lewis Hamilton di locus Formula 1 atau Marc Marquez di MotoGP.  

Sejak 17 Agustus lalu Meikarta bahkan mencetak rekor mencengangkan dalam sejarah properti Indonesia. Lebih dari 100 ribu section apartemen terjual hanya dalam periode empat bulan.

Namun bukan itu satu-satunya pencapaian Meikarta. Rekor pertama dipecahkan pada Pre-Launching, Mei lalu yaitu menjual 16.800 section dalam waktu 12 jam. Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) joke mencatatnya sebagai penjualan tercepat.

Pencapaian itu tampaknya tidak akan berhenti sampai di sana. Meikarta juga berpeluang mencatatkan penyerahan tercepat ketika pada Desember 2018 menuntaskan pembelian section pada pembeli.

Meikarta mencetak rekor MURI dalam soal penjualan section apartemen di Indonesia.Meikarta mencetak rekor MURI dalam soal penjualan section apartemen di Indonesia. (Dok. Meikarta)

Penyerahan section itu bisa dikatakan bertolak belakang dengan isu miring bahwa Meikarta adalah proyek bodong, atau hanya alat untuk mencuri uang masyarakat.

Pada kenyataannya, pembangunan Meikarta sedang berlangsung siang malam dengan kemajuan yang lebih cepat dari jadwal.  

Dilihat dari hampir semua sisi, Meikarta punya kelebihan dibandingkan kawasan-kawasan pemukiman complicated yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Selain lahan seluas 500 hektar dan harga terjangkau, keunggulan Meikarta terletak pada konsep modern, serta progresif, dan manusiawi.

Meikarta sendiri dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitarnya, bahkan Jakarta. Bukan hanya soal hunian. Di sana joke akan dibangun gedung pameran dan konvensi yang berdaya tampung 200 ribu orang.  

Semua itu bertujuan mewujudkan mimpi banyak orang untuk hidup di lingkungan modern, alami, efisien, hijau, tenang, dan aman.

Mimpi tersebut kini tentu kian nyata. Beberapa building sudah hampir rampung, dan jalan jalan mulus berstandar dunia bisa dinikmati. Ruang terbuka hijaunya – Central Park – yang seluas 100 hektar sudah mulai tampak keindahannya, demikian pula dengan pusat pelayanan kesehatan yang serba lengkap.   

Apalagi, jalur jalur transportasi yang menghubungkan Meikarta dengan dunia luar joke makin nyata. Para pembeli tak perlu cemas akan terisolasi. Di tingkat lokal telah dipersiapkan lahan untuk jalur monorail yang menghubungkan Meikarta dengan delapan kawasan industri di sekitarnya.  

Untuk ke Jakarta akan tersedia LRT yang melayani Meikarta meuju Cawang, dan tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) yang bisa mengurai kemacetan.  Sementara itu, jalur yang sudah tersedia adalah tol Jakarta-Bandung, dan Jakarta-Cirebon.

Percepatan pertumbuhan industri di Bekasi juga tak perlu diragukan. Kemacetan arus barang yang kerap terjadi akibat padatnya pelabuhan Tanjung Priok akan teratasi ketika pelabuhan Patimban di Subang rampaung pada 2019.

Sementara kepadatan penerbangan di Cengkareng bisa diurai oleh bandara intersional Kertajati di Majalengka.

More about ...