Menakjubkan! NASA Temukan Pemandangan Bulan Transit di Depan Matahari



CALIFORNIA – Ketika mengamati cuaca matahari, pesawat luar angkasa NASA menangkap pemandangan menakjubkan dari bulan yang melewati di depan matahari. Peristiwa ini terjadi pada pekan lalu.

Dilansir Foxnews, Rabu (25/10/2017), movement bulan pada 19 Oktober disebut dengan gerhana matahari parsial karena hanya sebagian matahari yang dikaburkan. Ini terjadi sekira 45 menit, antara pukul 3.41 p.m dan 4.24 p.m. EDT (1941 dan 2025 GMT).

Event tersebut tertangkap kamera oleh NASA Solar Dynamics Observatory (SDO). Pada puncak gerhana, bulan menutupi sekira 26 persen permukaan matahari.

Baca juga: Menakjubkan! Ini “Wajah” Matahari dari Dekat

“Bayang-bayang bulan menghalangi pandangan SDO yang secara konstan melihat matahari, dan tepi bayangannya tajam dan berbeda, karena bulan tidak memiliki atmosfer yang akan mengganggu sinar matahari,” tulis NASA dalam sebuah pernyataan.

Foto itu ditampilkan dengan warna palsu, karena SDO mengambil gambar matahari dalam sinar ultraviolet ekstrem. Panjang gelombang ini tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi ini menangkap bahan surya yang dipanaskan hingga lebih dari 10 juta derajat Fahrenheit (5,6 juta derajat Celsius).

Fenomena movement bulan pada matahari semacam gerhana matahari di luar angkasa untuk SDO. Gerhana matahari terjadi di suatu tempat di Bumi setiap 18 bulan. Gerhana matahari sum terjadi saat bulan benar-benar menghalangi matahari (seperti yang dilihat dari Bumi).

Baca juga: Langka! Fenomena Matahari Lintasi Kakbah Jadi Momentum Perbaiki Arah Kiblat

Selama totalitas, bulan tampak benar-benar menghalangi matahari karena kedua benda itu tampak kira-kira berukuran sama di langit Bumi. Itu karena matahari sekira 400 kali lebih besar dari bulan, dan bulan sekira 400 kali lebih dekat ke Bumi daripada matahari.

Tentang Matahari
Dari sekian banyaknya world di tata surya, Matahari merupakan benda terbesar di ruang angkasa. Ukurannya sendiri dikatakan setara dengan 1,3 juta Bumi jika digunakan untuk menutup semua permukaannya. Diameternya sendiri yakni sekira 864.000 mil.

Jarak Bumi dengan Matahari diperkirakan sejauh 93 juta mil. Oleh karena itu, saat Anda melihatnya sedang terbit atau terbenam, ukuran Matahari akan tampak seperti bola sepak.

Matahari memang disebut sebagai bola gas raksasa. Namun sebenarnya, bintang terang tersebut terbuat dari plasma. Plasma tercipta saat atom dalam gas menjadi sangat panas kemudian terpisah dan elektron serta electron hidup bersama secara masing-masing.

Hampir 75% partikelnya terbuat dari hidrogen, sedangkan 25% adalah helium. Namun ada pula jejak sejumlah unsur lain seperti oksigen, karbon, neon, dan besi.

Hingga kini para ilmuwan masih belum mengetahui pasti berapa umur Matahari. Namun, dari beberapa penelitian tentang usia meteor yang jatuh serta bebatuan di Bumi, mereka memperkirakan bahwa usia Matahari sekira 4,5 miliar hingga 4,6 miliar tahun.

(ahl)

More about ...