Mencari Jingle, Menangkap Pasar Meikarta | Investor Daily

MEIKARDUCK STAR HUNT

Mencari Jingle, Menangkap Pasar Meikarta
Oleh Mardiana Makmun | Senin, 12 Februari 2018 | 19:36

Juara we Meikarduck Star Hunt, pencipta lagu chime Toni Brilianto (kiri), berfoto bersama dengan peraih juara kedua Sodik Wardoyo (tengah) dan juara ketiga yang diraih oleh Fahmi Arsyad Said (kanan) di acara Grand Final Meikarduck Star Hunt, Lippo Mall Kemang, Jakarta, Sabtu (10/2/2018). Duapuluh peserta Grand Final Meikarduck Star Hunt menyanyikan chime di hadapan para juri di antaranya CMO Meikarta Ferry Thahir, musisi Dwiki Dharmawan, Maylaffayza, dan Nadine Chandrawinata. Foto: Investor Daily / EmralJuara we Meikarduck Star Hunt, pencipta lagu chime Toni Brilianto (kiri), berfoto bersama dengan peraih juara kedua Sodik Wardoyo (tengah) dan juara ketiga yang diraih oleh Fahmi Arsyad Said (kanan) di acara Grand Final Meikarduck Star Hunt, Lippo Mall Kemang, Jakarta, Sabtu (10/2/2018). Duapuluh peserta Grand Final Meikarduck Star Hunt menyanyikan chime di hadapan para juri di antaranya CMO Meikarta Ferry Thahir, musisi Dwiki Dharmawan, Maylaffayza, dan Nadine Chandrawinata. Foto: Investor Daily / Emral

JAKARTA
– Lagu berjudul Ayo ke Meikarduck ciptaan Fahmi Arsyad Said
dilantunkan oleh penyanyi Karen di panggung Grand Final
Meikarduck Star Hunt di Avenue of a Star, Lippo Mall Kemang,
Jakarta Selatan, Sabtu (10/2). Lagu tersebut merupakan salah satu
dari 20 finalis Meikarduck Star Hunt yang digelar Meikarta.

Meikarduck
Star Hunt merupakan ajang lomba membuat jingle Meikarduck
untuk meningkatkan Brand
Awareness
Meikarta dan bebek raksasa di tengah
fasilitas alam danau besar.

Sepanjang
sore hingga jelang malam, sebanyak 20 finalis yang terdiri atas
penyanyi dan rope pengiring, tampil di atas panggung menghibur
pengunjung mal yang sedang kongko di ruang terbuka Avenue of the
Star.

“Ayo
ke Meikarduck!,” seru jingle tersebut.

“Di
Meikarta, ada Meikarduck, bebek raksasa di tengah danau. Awalnya
bebek ini ada di New York, lalu ke Shanghai, dan kini datang ke
Meikarta,” kata Ferry Thahir, chief selling officer
Meikarta.

Saat
pembukaan Meikarta pada 2017, lanjut Ferry, telah diumumkan akan
digelar lomba menciptakan jingle Meikarduck.

Sejak
dibuka pada 5 Nov 2017 dan ditutup pada 10 Februari 2017,
antusias masyarakat mengikuti lomba ini luar biasa. “Pesertanya
luar biasa. Total ada 400 peserta yang datang dari berbagai kota,
baik itu musisi profesional maupun pendatang baru,” kata Ferry.

Semua
jingle yang masuk, kata Ferry joke bagus. “Semua bagus. Kami
akan memilih yang terbaik, yang enak didengar lagunya, dan gampang
diingat,” tegas Ferry. Pemenang pertama mendapat hadiah uang tunai
sebesar Rp 200 juta, juara kedua mendapat Rp120 juta, dan juara tiga
Rp50 juta. “Pemenang jingle nantinya juga akan dikontrak
selama satu tahun,” ungkap Ferry.

Dwiki
Dharmawan, juri lomba mengatakan, pemenang akan dipilih berdasarkan
sejumlah kriteria, di antaranya lirik lagu, musikalitas, kreativitas,
memiliki nilai komersial (mudah diingat/catchy), dan
performance di atas panggung yang menarik.

“Idealnya,
pemenang adalah yang lagu komersial, punya selling point
tinggi untuk Meikarduck, di sisi lain pembuat lagu juga harus
merupakan tim yang kuat, mulai dari pencipta lagu, penyanyi, dan band
pengiring,” kata Dwiki.
Juri lainnya, pemain biola Maylaffayza
menegaskan, bahwa musik adalah proses.

“Dalam
ajang ini, kami mencari seberapa kuat musik yang diciptakan peserta
untuk menjadi sebuah jingle. Jingle itu harus enak
didengar, mudah diingat, dan singkat,” kata Maylaff dan juri
lainnya yang meminta durasi jingle tak lebih dari 3,5
menit

Kota Beradab
Jingle yang enak didengar
dan mudah diingat, serta mempunyai selling point tinggi,
tentunya diharapkan akan meningkatkan brand
awareness
masyarakat dan brand image masyarakat
terhadap Meikarta. “Apalagi proses pemilihan jingle
melibatkan masyarakat, ini sangat menarik,” nilai Dwiki.

Brand
ambassador
Meikarta, Julie Estelle menilai, Meikarta banyak
memberikan ruang bagi anak muda untuk berkarya. “Lomba jingle
ini salah satunya yang dilakukan Meikarta untuk memberikan ruang
berkreasi bagi anak muda,” kata Julie.

Ferry
tak menampik apabila jingle ini akhirnya berdampak pada
penjualan Meikarta yang setiap bulannya menargetkan penjualan 20 ribu
unit dengan 70 tower yang sedang dalam pembangunan dari total
200 tower.

“Saat
ini brand awareness
masyarakat terhadap Meikarta sudah tinggi. Bukan sombong, iklan kami
ada di mana-mana. Lomba ini tujuannya untuk melengkapi dan untuk
memberikan ruang berkreasi bagi seniman muda Indonesia. Karena seni
adalah yang menentukan peradaban sebuah kota,” ujar Ferry sekaligus
mengungkapkan saat ini Meikarta menguasai 40% pasar apartemen di
Indonesia.

Lewat
jingle inilah setidaknya, Meikarta ingin mengungkapkan bahwa
Meikarta merupakan sebuah kota beradab, seperti diungkapkan dalam
lagu Ayo ke Meikarduck karya Fahmi.

Jingle ini mengajak
masyarakat untuk datang ke Meikarta dengan fasilitas danau dengan
bebek raksasa, alam yang mendukung dengan ruang terbuka hijau (RTH)
yang luas dan aman bagi anak dan keluarga,” kata Fahmi. (*)

Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!

More about ...