Mengapresiasi Arsitektur Unik Karya Zaha Hadid

Zaha Hadid merupakan arsitek yang memecahkan landasan baru pada dunia arsitektur. Dia menggunakan pemandangan sekitar untuk membangun inspirasi. 

Karya Zaha Hadid yang tersebar di seluruh dunia selalu memiliki sentuhan lokal meskipun menjadi bangunan yang bersifat Internasional.‎ Salah satunya Stasiun The Vitra Fire Station di Jerman.

Zaha terinspirasi kebun anggur dan lahan pertanian terdekat sebelum membuat bangunan. Kemudian, bangunan dibuat dengan garis lurus dan sudut-sudut yang tajam. Adalagi, atap London Aquatic Centre di Inggris yang dibuat membentuk gelombang. 

“Terinspirasi oleh geometri dari gerakan air,” ujar Zaha seperti yang dilansir dari The Telegraph. Bangunan yang menelan biaya hingga 269 juta pounsterling menampung tiga kolam renang yang digunakan selama Olympiade, London 2012.

Hasil karya arsitek kelahiran Bagdad, Irak itu, tidak hanya tersebar di negara Eropa. Karyanya merambah ke sejumlah negara Asia.  Tercatat, Gedung Opera Guangzhou di China merupakan proyek pertamannya di negara tirai bambu, selesai pada 2010. 

Bagunan seluas 70.000 scale persegi dan menelan biaya 300 juta dollar AS kontras dengan bangunan pencakar langit di sekelilingnya. Hadid yang terinpirasi dengan bentuk alami bumi menggambarkannya sebagai “dua kerikil”.

Adalagi Dongdaemun Design Plaza di Soul, Korea Selatan, bangunan tersebut  merupakan salah satu bangunan terbesar di ibukota Korea Selatan dengan luas 86.600 scale persegi. Bangunan yang dibuka selama 24 jam memiliki fitur ekologis, seperti row surya, sistem daur uang atmosphere serta bangunan berkulit ganda.

Sejumlah bangunan belum sempat rampung termasuk desain proyek yang belum selesai saat arsitek meninggal pada Maret 2016, yaitu The 2022 FIFA World Cup Al Wakrah Stadium di Doha danThe Salerno Maritime Terminal di Salerno, Italia. 

Sesaat sebelum kematiannya, ia menyelesaikan desaingedung pencakar langit yang menggantikan bangunan Fifth Avenue 666 milik perusahaan Kushner.‎ Hadid merupakan arsitek yang merintis untuk memikirkan kembali sebuah banngunan dibentuk.

Dia bermain-main dengan bentuk tradisional dalam desain postmodern. Dalam karya awalnya, ia memvisualisasikan proyek melalui lukisan yang menyerupai seni complicated abstrak. Perkataannya yang sangat terkenal adalah “Ada 360 derajat, jadi mengapa menempel pada satu?”.

Lahir di Irak pada 1950, Hadid belajar tentang seni dan arsitektur abstrak di Architectural Association, London, Inggris. Di sana, ia menemukan inspirasi dalam bentuk yang tidak konvensional. Sebelum komputer mampu membuat desain yang mudah di pasang di kertas, studio Hadid dikenal menggunakan mesin fotokopi dengan cara kreatif untuk membentuk garis dan menciptakan bentuk-bentuk baru.   

Pada 31 Mei 2017, Google memberikan penghargaan loll kepada Zaha Hadid atas karya-karyanya. Setiap membuka mesin pencari, pada 31 Mei, akan muncul sketsa Hadid berlatar belakang gedung.  Di‎a merupakan arsitek perempuan pertama dan Muslim pertama yang mendapatkan penghargaa Pritzker Architecture Prize, pada 2004 serta wanita pertama yang mendapatkan penghargaa Royal Gold Medali dari Royal Institute of British Architects.

Terlepas dari tanda-tanda awal gaya inventif, Hadid tak pernah menyelesaikan proyek arsitektur pertamanya sampai usia 44 tahun. Banyak kalangan yang menganggap gayanya unik dan tidak bisa dijalankan lagi.

Sampai, Vitra, seorang perancang furnitur menugaskan membuat The Fire Station yang merupakan bangunan pertamanya di Jerman. Dalam 20 tahun bekerja sebagai arsitek, Hadid merancang bangunan di seluruh dunia. din/E-6