Mengenal Dan Menyadari ‘Sleep Apnea’, Demi Tidur Berkualitas

Ilustrasi around shutterstock

 

Sumber.com – Menurut Dr. Andreas Prasadja dari RS. Mitra Kemayoran, yang sekaligus pendiri @IDTidurSehat dan penulis buku Ayo Bangun! Sleep Apnea adalah henti nafas saat tidur yang biasa diderita oleh pendengkur. Untuk mendiagnosis sleep apnea memang diperlukan pemeriksaan di laboratorium tidur. Tetapi untuk melihat kemungkinan nap apnea, biasanya dikenali dahulu gejalanya berupa gangguan nafas selama tidur.

 

Pendengkur tampak sesak, seperti tercekik lalu mengeluarkan suara keras seolah tersedak. Sleep apnea saat ini dikenal sebagai penyebab hipertensi, diabetes, berbagai penyakit jantung, stroke, dan impotensi serta menjadi biang keladi orang merasa letih dan tidak segar saat bangun di pagi hari.

 

Baca juga : Ingin Perbaiki Kualitas Tidur? Sebaiknya Jangan Bawa Pekerjaanmu ke Rumah

Menurut studi American Academy of Sleep Medicine, gejala umum nap apnea adalah kelelahan, sulit berkonsentrasi, kehilangan memori, sakit kepala, insomnia, lekas marah serta penyakit jantung dan depresi.

 

Sedangkan dalam sebuah jurnal Penyakit Dalam Indonesia disebutkan bahwa hampir 24% populasi menderita penyakit sleep apnea. Jumlah pria yang mengalami sleep apnea empat kali lebih banyak dibandingkan perempuan. Dan hampir 10% orang berusia di atas 65 tahun mengalami hal itu

 

Masalah gangguan tidur dimana nafas seseorang dapat terhenti sewaktu-waktu pada saat ia sedang terlelap dan terjadi hingga berkali-kali ketika mereka tertidur membuat tidur seseorang menjadi tidak berkualitas. Jika terkategori akut, bahkan terkadang gangguan ini dapat terjadi hingga ratusan kali dalam semalam.

 

Seseorang dikatakan mengalami nap apnea jika pernafasannya terhenti hingga selama 10 detik atau lebih. Penderita nap apnea harus bangun untuk dapat bernafas kembali. Ini membuat ia sering terbangun pada tengah malam, namun seringkali lupa sama sekali mengenai mengapa ia terbangun. Sleep apnea merupakan penyakit yang bersifat progresif, yaitu dapat semakin memburuk seiring pertambahan usia.

 

Selain itu, kondisi ini lebih sering dialami oleh penderita obesitas hingga dapat menimbulkan kematian seperti yang dialami oleh artis Alm. Mike Mohede. Namun, jangan salah orang-orang kurus juga dapat mengalaminya. 

 

Penderita sleep apnea biasanya mendengkur dengan keras dalam tidurnya. Akan tetapi, tidak semua orang yang mendengkur mengalami sleep apnea. Hanya saja seringkali gejala-gejala yang muncul bagi penderita diabaikan begitu saja atau ada juga yang menyadari dengan memeriksakannya ke dokter.

 

Baca juga : Selaput Putih Pada Mata Pria Ini Berubah Warna Jadi Biru! Apa Penyebabnya?

 

Penelitian baru yang dilakukan oleh the Cleveland Clinic Sleep Disorder Center, menyatakan bahwa perawatan nap apnea dengan menggunakan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP), ternyata membantu mengurangi gejala depresi.

 

CPAP dirancang sebagai produk yang mampu menghasilkan aliran udara yang stabil dan lembut untuk mencegah tenggorokan sakit dan melegakan apnea serta memastikan tidur nyaman dan terjaga sepanjang malam. Menurut Dr Rimawati Tedjakusuma Sps RPSGT, perangkat CPAP adalah penanganan sleep apnea non bedah pertama dan pale efektif untuk orang dewasa yang tersedia saat ini.

 

Ingin mencobanya Kawan Sumber?

More about ...