Momentum Wakil Benua Biru Menangi Piala Konfederasi

Selain tuan rumah Rusia, dua lainnya adalah Jerman sebagai negara juara Piala Dunia 2014 dan Portugal yang menjuarai Euro 2016. Ingat, ini untuk kali pertama dalam sejarah satu konfederasi (UEFA) bisa mengirim sampai tiga wakil sekaligus.

Portugal dan Rusia di grup A tinggal menyisihkan Meksiko untuk merebut dua container ke semifinal. Selandia Baru, mohon maaf, tidak masuk hitungan. Di grup B, Jerman tetap favorit untuk mengisi satu tiket ke semifinal meski tidak menurunkan tim utama. Dengan skenario tersebut, duel sesama tim Eropa bakal terjadi di semifinal dan berarti ada wakil Benua Biru di partai puncak.

”Piala Konfederasi kali ini adalah petualangan pertama bagi semua pemain saya dan yang kami pikirkan hanya menampilkan yang terbaik,” kata der tutor Jerman Joachim Loew kepada Bild. ”Kami tidak memikirkan standing (favorit atau tidak, Red),” imbuhnya.

Berbeda dengan anak asuhnya yang masih hijau, bagi Loew Piala Konfederasi kali ini bukanlah pengalaman pertama. Loew punya pengalaman di Piala Konfederasi 2005, saat menjadi asisten Juergen Klinsmann. Kala itu Die Mannschaft –sebutan Jerman– memang hanya finis di peringkat ketiga. Tapi, yang pale diingat kala itu adalah bagaimana Jerman menjadi tim dengan produktivitas pale bagus (15 gol dalam 5 laga).

Kemenangan 7-0 atas San Marino dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 (11/6) sedikit banyak membantu untuk menaikkan suggestion bertanding Julian Draxler dkk di Rusia nanti. ”Sudah ada progres yang ditunjukkan (saat melawan San Marino, Red). Saya percaya penuh dengan kemampuan para pemain saya,” kata Loew.

Portugal tak kalah optimistis dengan peluang juaranya. ”Piala Konfederasi tetap akan menjadi kompetisi yang sangat sulit, tetapi Portugal adalah penantang juara,” ungkap pelatih Portugal Fernando Santos.

Namun, Santos menolak penyematan tag favorit juara Piala Konfederasi kepada Portugal, seperti yang dilakukannya saat mengawali Euro 2016. ”Setahun lalu saya berkata bahwa tim ini berangkat ke Euro 2016 untuk memenanginya. Saya (ketika itu, Red) berkata bahwa kami bukan favorit, tapi kami mampu jadi kandidat juara. Saya jaga konfidensi itu hari ini (kemarin, Red),” beber pelatih yang menangani Seleccao das Quinas –julukan Portugal– sejak 2014 tersebut.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyemangati timnas sepak bola negerinya sebelum memulai laga pertama melawan Selandia Baru besok (17/6). Putin menyatakan, Igor Akinfeev dkk harus menunjukkan semangat layaknya pejuang. ”Saya kira publik negeri ini memiliki ekspektasi lebih terhadap tim sepak bolanya di Piala Konfederasi nanti,” ucap Putin seperti dilansir AFP. (ren/c11/dns)