Mongolia U-22 0-7 Indonesia U-22: Indonesia Pesta Tujuh Gol Ke Gawang Mongolia

Luis Milla benar-benar membuat perubahan besar saat menghadapi Mongolia dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia U-23 2018, setelah di laga pertama, tim nasional U-22 Indonesia kalah telak 3-0 dari Malaysia. Tidak tanggung-tanggung, tujuh perubahan ia buat di starting line-up pertandingan. Hanya Bagas Adi Nugroho, Muhammad Hargianto, Septian David Maulana, dan Marinus Wanewar yang dipertahankan dari line-up yang dipasang Milla dalam laga pertama tersebut Rabu (19/7) lalu.

BACA JUGA

Ketiadaan Evan Dimas dan Hansamu Yama Pranata, yang dicadangkan di laga pertama, memang dipertanyakan oleh publik pasca kekalahan memalukan dari Malaysia. Keduanya joke benar-benar menjadi starter di pertandingan kontra Mongolia ini. Tetapi bukan Evan maupun Hansamu yang menjadi kunci Indonesia untuk merebut kemenangan atas Mongolia; adalah Saddil Ramdani yang berhasil mencuri perhatian dalam laga ini.

Dua gol sukses dicetak oleh Saddil Ramdani, termasuk gol pertama di pertandingan ini yang tercipta di menit ke-16. Mendapatkan umpan di sisi kanan penyerangan, Saddil dengan tenang menggiring bola ke arah tengah-dalam kotak penalti, sebelum melepaskan tendangan kaki kiri ke pojok atas gawang Mongolia.

Setelah gol ini, Indonesia tak terbendung. Berkat Mongolia yang secara dermawan memberikan banyak ruang untuk Evan Dimas dkk., Indonesia sukses menguasai bola dengan nyaman di sepanjang pertandingan. Umpan-umpan pendek yang selama ini dicari-cari orang sejak Milla menjabat sebagai pelatih timnas, akhirnya terlihat juga di pertandingan ini.

Marinus Wanewar menambah keunggulan Indonesia di menit ke-31 lewat sundulannya, memanfaatkan umpan lambung parabolik dari rekan seklubnya, Osvaldo Haay, dari sisi kiri. Hanya berselang tiga menit, Gavin Kwan menambah keunggulan Garuda Muda, lagi-lagi lewat sundulan kepala, kali ini memanfaatkan umpan cantik Marinus ke dalam kotak penalti.

Apakah tiga gol saja cukup? Tentu saja tidak. 10 menit babak kedua berjalan, Saddil kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat golnya, kali ini memanfaatkan bola muntah hasil halauan kiper Mongolia dari tendangan bebas Indonesia. Tak lama setelah itu, pemain Persela Lamongan ini memang ditarik keluar oleh Milla, namun bukan berarti Indonesia berhenti mencetak gol.

Sebuah serangan bagus dari sisi kanan penyerangan di menit ke-70 menciptakan sebuah kemelut di muka gawang Mongolia. Memanfaatkan tendangan Evan Dimas yang ditepis dari jarak dekat, Osvaldo Haay yang berdiri bebas kemudian menceploskan bola ke gawang untuk menciptakan gol kelima Indonesia.

Menjelang berakhirnya waktu normal, Gavin Kwan lagi-lagi mencetak gol, dan lagi-lagi berawal dari bola mati. Berawla dari tendangan bebas Indonesia yang kembali ditinju oleh kiper Mongolia, Gavin dengan cepat mengambil bola rebound untuk kemudian menceploskannya ke gawang dengan tenang. 6-0!

Seakan ingin ikut berpesta, Septian David yang bermain sangat baik di pertandingan ini juga ikut mencatatkan namanya di papan skor di masa damage time. Berawal dari kombinasi satu-dua yang bagus dengan Marinus, Septian mengejar bola di dalam kotak penalti dan menyelesaikannya dengan baik. Skor 7-0 joke bertahan hingga laga usai.

Mongolia sebetulnya sempat beberapa kali mempunyai peluang emas. Setelah Saddil ditarik keluar, serangan Indonesia sempat melorot dan di menit 60an, sekitar empat peluang emas didapatkan Mongolia, yang beruntung gagal mereka selesaikan. Ini akan menjadi PR bagi Milla untuk laga berikutnya menghadapi Thailand: meski Indonesia mencatatkan clean sheet dalam laga ini, kita tahu, lini pertahanan Indonesia masih menjadi titik lemah tim ini.

Line-up Indonesia: Kartika Ajie; Bagas Adi (Ryuji Utomo 77′), Hansamu Yama, Gavin Kwan, Rezaldi Hehanusa; Hargianto (Andy Setyo 73′), Evan Dimas, Septian David; Osvaldo Haay, Saddil Ramdani (Yabes Roni 58′); Marinos Wanewar