Month: Jul 2016

Kepala Perwakilan Ombudsman Sumatera Utara, Abyadi Siregar mengungkapkan keprihatinannya, terkait peneriman siswa baru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan, yang sangat memberatkan orangtua siswa.

“Sepertinya, tidak ada harapan bagi siswa miskin untuk bersekolah di MAN 1 Medan, mengingat begitu besarnya biaya yang harus dikeluarkan orangtua”,ujar Abyadi Siregar kepada KiniNews, Minggu (31/7/2016).

Abyadi menuturkan, para siswa yang lulus ujian tertulis harus membayar Rp 6 juta untuk berbagai keperluan, diantaranya pembelian buku, seragam dan atribut sekolah, bimbingan belajar dan sebagainya.

“Bagi siswa yang masuk melalui jalur mandiri, biayanya bertambah Rp 5 juga, sehingga sum Rp 11 juta. Tambahan Rp 5 juta tersebut, untuk pembangunan Ruang Kelas Baru”,ujarnya.

Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggarakan Pendidikan, lanjutnya, melarang Pendidik dan Tenaga Kependidikan baik perseorangan maupun kolektif,menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan.

Kemudian, Permendikbud No 45 Tahun 2014 tentang Pakain Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, juga mengatakan, pengadaan pakaian seragam sekolah tidak boleh dikaitkan dgn pelaksanaan penerimaan peserta didik baru atau kenaikan kelas.

Selain itu, lanjutnya, berdasarkan Permendikbud No 44 Tahun 2012, juga disebutkan tidak boleh adanya pungutan kepada peserta didik atau orangtua/wali yang tidak mampu.

“Muncul kesan, karena tingginya animo masyarakat untuk bersekolah di situ, pihak MAN 1 berbuat sesuka hatinya, tanpa mengindahkan peraturan yang berlaku. Ini tidak boleh dibiarkan”,cetusnya.

Ombudsman Sumut, tambah Abyadi, sudah mengundang pihak MAN 1 untuk memberikan penjelasan, terkait adanya pengaduan sejumlah orangtua siswa ke lembaganya.

“Anehnya, pihak sekolah mengatakan, justru yang mereka lakukan itu sepengetahuan dan sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Agama. Wah..! masa sepeerti itu. Bagaimana kesempatan masyarakat miskin untuk bersekolah di situ?”,ujarnya.

Terkait itu, Abyadi Siregar mengaku, pihaknya segera berangkat ke Jakarta (Kementerian Agama) untuk mengklarifikasi, alasan pihak SMAN 1 Medan.

“Masuk ke UINSU (Univeersitas Islam Negeri Sumatera Utara-red) saja, biayanya tidak setinggi itu. Perguruan tinggi lho.., masa tingkat aliyah bisa semahal itu, ada-ada saja”,ketusnya.

More about ...