Nilai Rapor Berbeda dengan Yang Asli, Tiga Mahasiswa Baru Unila SNMPTN Dianulir

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) — Sebanyak tiga calon mahasiswa baru yang diterima melalui jalur penerimaan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2018 Universitas Lampung dianulir. Pasalnya, nilai rapor yang diunggah saat mendaftar dengan nilai asli rapor berbeda.

Wakil Ketua Badan Pengelolaan Penerimaan Mahasiswa Baru Unila, Muhammad Komarudin, kepada Lampost.co, Senin (11/6/2018) mengatakan ketiga calon mahasiswa yang dianulir berasal dari tiga SMA yang berbeda di luar Bandar Lampung. Akan tetapi Komar tidak menjelaskan asal sekolah dimaksud.

Menurut dia, menganulir ketiga calon mahasiswa tersebut karena nilai rapor yang diungguh saat mendaftar SNMPTN lebih besar dibandingkan dengan nilai yang tertera di dalam buku rapor peserta, hal itu diketahui saat melakukan daftar ulang.

“Kami mengetahui ketiga peserta memiliki nilai yang berbeda saat melalukan verifikasi nilai disaat daftar ulang beberapa waktu lalu. Karena terbukti nilai rapor tidak sesuai, maka kami putuskan ketiga calon mahasiswa itu dianulir,” ujar dia.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengundang ketiga sekolah tersebut untuk dimintai keterangan terkait perbedaan nilai saat mendaftar SNMPTN. Hasil konfirmasi menurutnya, terjadi kesalahan user sekolah saat memasukkan nilai melalui sistem SNMPTN.

“Kata pihak sekolah saat ditanyakan mengatakan terjadi kesalahan dalam memasukkan nilai pada saat mendaftar. Mereka ingin memperbaikinya tetapi saat ini pendaftaran sudah ditutup,” ujar dia.

Kendati telah mendapatkan keterangan dari sekolah, akan tetapi pihaknya tetap melakukan investigasi untuk mendalami peristiwa itu dan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan kepesertaan sekolah dalam mengikuti SNMPTN di tahun selanjutnya.

“Sekarang kami sedang lalukan investigasi di ketiga sekolah itu. Bila terbukti dengan sengaja membesarkan nilai peserta saat pendaftaran SNMPTN, bisa saja sekolah itu diberikan sanksi untuk tidak diperbolehkan mengikuti sementara SNMPTN,” kata dia.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS

KOMENTAR

More about ...