Oesman apresiasi toleransi masyarakat Bali atas solat gerhana matahari

Jakarta (ANTARA News) – Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta mengapresiasi masyarakat Bali yang memperbolehkan umat Islam menjalankan ibadah solat gerhana matahari di tengah perayaan Hari Nyepi, beberapa waktu lalu.

“Saya memberikan apresiasi warga Hindu Bali yang menujukkan keindahan toleransi dalam suasana nyepi mempersilahkan umat muslim Bali menjalankan ibadah sholat gerhana, itu sangat baik dan harus menjadi contoh teladan,” kata dia saat menghadiri acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Bali, Kamis, seperti dalam keterangan tertulis MPR.

Oesman mengatakan, Indonesia memang beragam dan berbeda, tapi dalam wadah NKRI perbedaan tersebut telah menyatu. Di daerah kelahiran Oesman, yakni Kalimantan Barat ada sebuah desa yang banyak dihuni orang Bali. Tetapi, lanjut dia, antara warga lokal dan orang Bali sudah sangat berbaur, itulah yang dinamakan toleransi.

Acara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kali ini berbalut pagelaran seni bertajuk “Pentas Seni Budaya Bali”. Pagelaran diawali dengan pementasan sendratari seni dan ogoh-ogoh dengan lakon Kumbakarna Pralaya.

Setelah itu, giliran seni khas Klungkung yakni memperkenalkan budaya khas Klungkung lainnya yakni conform uncover yang dibawakan generasi muda Klungkung, kain dan pakaian tenun endeg khas Klungkung.

Serangkai dengan itu, ditampilkan pula pagelaran seni lukisan wayang klasik Kamasan yang diaplikasikan di kain tenun endeg Klungkung. Bukan hanya di kain dan pakaian, lukisan wayang klasik Klungkung juga diaplikasikan di berbagai media antara lain di kipas dan kanvas.

Turut hadir dalam acara itu Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono, anggota MPR RI dari kelompok DPD we Kadek Arimbawa, Wakil Bupati Klungkung, Forkompimda Provinsi Bali dan ratusan masyarakat sekitar Klungkung dan di luar Klungkung, Bali.

Wakil Bupati Klungkung we Made Kasta mengaku sangat mengapresiasi gerakan Sosialisasi Empat Pilar MPR yang digelar ke berbagai daerah, apalagi sosialisasi dengan menggunakan metode pementasan seni dan budaya.

Menurut dia, hal ini sangat sesuai sebab budaya dan seni sudah mendarah daging dalam Masyarakat Bali. Keterlibatan negara dalam upaya mempertahankan budaya bangsa sangat patut disyukuri dan didukung penuh rakyat.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2016

More about ...