Panduan Kota Tuan Rumah EURO 2016: Saint-Denis

Kota Saint-Denis mungkin terdengar asing bagi Anda ketika berbicara soal Prancis. Kota-kota lain macam Paris, Marseille, Lyon, Toulouse, atau Nice, jelas jauh lebih dikenal.

Maklum saja, karena Saint-Denis merupakan kota satelit dari Paris yang letaknya 15 kilometer di utara pusat kota. Namun kota ini akan jadi persinggahan krusial selama gelaran Euro 2016.

Bukan tanpa alasan, karena Stade de France yang jadi tempat dihelatnya final Euro 2016 nanti, terletak di Saint-Denis. Banyak yang salah sangka jika stadion yang juga markas timnas Prancis tersebut ada di pusat kota Paris.

Keberadaan Stade de France yang dibangun pada 1995 jadi modernisasi tersendiri di kota yang dahulu bernama Catolacus itu. Infrastruktur dan transportasi di sana jadi terangkat siginfikan standarnya.

Maklum, meski jadi kota adiministrasi ibu kota, Saint-Denis sejatinya merupakan wilayah dengan nuansa masa lalu. Terdapat begitu banyak bangunan dari abad pertengahan yang menghiasinya, warisan dari peristiwa legendaris “Perang 100 Tahun”.

Dengan perpaduan sempurna nuansa masa lalu dan masa kini, Anda takkan pernah kecewa ketika berkunjung ke Saint-Denis.

  • Katedral Basilica of Saint-Denis, gereja yang juga makam dari Santo Denis, pendiri kota Siaint-Denis, yang jadi simbol kota sekaligus destinasi ziarah para wisatawan.
  • Maison d’Education de la Legion d’Honneur de Saint-Denis, asrama bagi biarawati di akhir 1890-an, yang kemudian beralih fungsi jadi sekolah yayasan.
  • Musée Bouilhet-Christofle, museum yang berisi berbagai barang peninggalan sejarah kota Saint-Denis.
  • Rue Saint-Denis, jalanan kota Saint-Denis yang begitu rindang dan berada di dataran tinggi, sehingga kita bisa melihat keindahan keseluruhan kota.
  • Saint-Denis de la Réunion, pesisir laut Saint-Denis, yang didesain sedemkian cantik sehingga membuat pengunjungnya bisa menikmati keindahan sunrise atau sunset dengan nyaman dari tepi laut. Wisata ini terletak di pulau kecil bernama Reunion yang bersebelahan dengan Madagaskar, tapi masih dalam wilayah Saint-Denis.

Tak bisa dibilang sebagai destinasi wajib berwisata di Prancis. Meski begitu, Saint-Denis memiliki penawaran yang cukup untuk menghadirkan pengalaman indah berlibur di Eropa. Letaknya yang dekat dengan ibu kota Prancis, Paris, membuat variasi destinasi kita semakin banyak dan tak monoton. Khusus Anda yang beragama Nasrani, Saint-Denis jadi tempat wisata rohani yang bagus menilik banyaknya gereja klasik dan tempat ziarah para Santo.

Dengan hanya memiliki luas wilayah 12,36 kilometer persegi dan cuma dihuni oleh 106.785 ribu penduduk, Saint-Denis tidak memiliki klub sepakbola yang mentereng. Tak heran bila Stade de France yang berkapasitas 81.338 tak punya klub penghuni yang reguler, terkecuali timnas sepakbola dan rugby Prancis. Meski tak rutin menggelar laga sepakbola setiap akhir pekan, tapi Stade de France tetap jadi medan yang legendaris bagi Les Blues yang memenangkan Piala Dunia pertama dan satu-satunya di sana. Stadion ini juga akan jadi venue final Euro 2016.

Beberapa pemain besar Prancis pernah berlaga di Stade de France, tapi tak bisa dibantah bahwa yang terbesar adalah Zinedine Zidane, dengan pernah menjuarai Piala Dunia 1998 dan menyabet tiga penghargaan pemain terbaik dunia. Pemain besar nan legendaris lainnya adalah: 

  • Fabien Barthez, kiper berkepala plontos yang tampil heroik hingga antarkan Prancis jadi juara dunia 1998 dan Euro 2000.
  • Didier Deschamps, pelatih tim nasional Prancis yang merupakan kapten Tim Ayam Jantan ketika menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.
  • Lilian Thuram, bek tangguh pengoleksi caps terbanyak di timnas Prancis hingga kini, yang juga berkontribusi besar pada gelar Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.
  • Thierry Henry, tip skor sepanjang masa timnas Prancis dan turut serta dalam kejayaan di Piala Dunia 1998 serta Euro 2000.

Tahukah Anda?

Legenda sepakbola Prancis sekaligus mantan presiden UEFA, Michel Platini, merupakan sosok yang memberi nama stadion ini, Stade de France. Ia didaulat jadi pemberi nama, karena dirinya dahulu jadi ketua panitia Piala Dunia 1998.

  • Nama: Stade de France
  • Lokasi: Saint-Denis
  • Kapasitas: 81.338
  • Permukaan lapangan: rumput hibrida AirFibr 
  • Pemugaran: 2003, 2010, 2015
  • Dibuka: 28 Januari 1998
  • Biaya konstruksi:  €290 Juta
  • Arsitek: Michel Macary, Aymeric Zublena, Michel Regembal, dan Claude Constantini

Dibuka pada 28 Januari 1998, Stade de France dibangun untuk menghelat Piala Dunia 1998. Dalam waktu singkat stadion berkapasitas 81.338 ribu itu jadi simbol sepakbola Negara Napoleon Bonaparte, seiring kesuksesannya menggelar final Piala Dunia 1998, final Liga Champions 2000 dan 2006, final segala kompetisi domestik Prancis, plus jadi kandang timnas Prancis. Selain untuk sepakbola, Stade de France juga kerap menghelat olahraga cabang lain seperti rugby, atletik, hingga balapan kombinasi. Tak lupa, deretan penyanyi besar juga pernah menggelar konsernya di stadion berbiaya €290 juta ini.

 

 

More about ...