Peluang Orang Indonesia Kerja di Australia Besar

[JAKARTA] Peluang orang Indonesia untuk bekerja di Australia sangat besar. Pasalnya, perusahaan-perusahaan Australia sangat membutuhkan tenaga kerja Indonesia (TKI) terutama di sektor rumah sakit seperti perawat.

Selain itu di bidang perhotelan, restauran dan peternakan serta pemotongan hewan. “Mereka juga suka dengan TKI karena pembawaan TKI bagus, sopan dan bertanggung jawab,” kata Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Australia, Y Kristiarto S Legowo, dalam acara Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32 di Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Kamis  (12/10).

Menurut Kristiarto, dalam bidang restoran dan pemotongan hewan TKI dibutuhkan karena keterkaitan soal makanan halal dan tidak halal. “Australia juga menginginkan banyak wisatawan asal Indonesia ke sana supaya tidak ragu dalam bidang makanan dan minuman karena adanya TKI asal Indonesia dalam bidang tersebut,” kata dia.
Permasalahan utama sehingga sedikitnya orang Indonesia bekerja di Australia, kata dia, adalah rendahnya penguasaan bahasa Inggris. “Standar penguasaan bahasa Inggris ke sana tinggi,” kata dia.

Untuk itu, ia meminta pemerintah Indonesia agar tingkat pendidikan dan pelatihan bahasa Inggris untuk orang-orang Indonesia yang siap bekerja di Australia.
Ia mengatakan, jumlah orang Indonesia di Australia saat ini sebanyak 60.000 orang dan 10.000 orang dari jumlah itu adalah TKI.

Kelebihan bekerja di Australia, kata dia, pertama, gaji tinggi yakni 700 dolar Australia per minggu. Kedua, perlindungan terhadap tenaga kerja di sana termasuk untuk tenaga kerja asing sangat bagus.

Sementara Deputi Kerja Sama Luar Negeri dan Promosi, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Elia Rosalina Sunityo, mengatakan, pada Rabu (11/10) BNP2TKI melepas 34 TKI grave bidang liberality ke Australia. “Mereka akan bekerja di sejumlah perusahaan dan rumah sakit di Australia,” kata dia.

Elia mengatakan, pihaknya terus memperbanyak persiapan dan pengiriman TKI grave ke Australia dan sejumlah negara lainnya terutama negara-negara Eropa. “Negara-negara ini memberi gaji besar untuk TKI. Selain itu perlindungannya bagus,” kata dia.

Sementara Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, BNP2TKI mendapatkan sequence tenaga kerja perawat dan liberality dari buyers Australia dan Taiwan. Order tersebut didapat pada acara Trade Expo Indonesia yang ke-32 2017.

Lebih lanjut, Nusron menyampaikan daya saing TKI tergolong terbaik ke-3 di dunia. Salah satu instrumen yang menonjol dari daya saing TKI tersebut yakni TKI yang pale dicari oleh negara-negara pengguna yang membutuhkan tenaga kerja asing.

Saat ini, BNP2TKI terus mengadakan pelatihan-pelatihan bagi calon TKI yang hendak berangkat ke luar negeri. Upaya ini dilakukan supaya calon tenaga kerja yang akan berangkat ke luar negeri sungguh berkompeten dalam bidang sesuai minat masing-masing. Sementara itu, Kabag Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti menyampaikan bahwa partisipasi BNP2TKI dalam rangka TEI 2017 adalah yang ke-10 sejak 2007.

Fokus utama BNP2TKI adalah sektor jasa ketenagakerjaan yang memfasilitasi promosi potensi tenaga kerja sekaligus mempertemukan buyers atau agensi dengan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS). [E-8]

More about ...