Pembangunan Proyek Meikarta Berhenti? Ini Penjelasan Pihak Marketing

Cikarang, IDN Times – Lippo Group tengah menggarap pembangunan Meikarta, kota baru di kawasan Cikarang, Jawa Barat, yang digadang-gadang menjadi proyek terbesar oleh perusahaan milik James Riady tersebut.

Meikarta sejak pertengahan tahun lalu gaungnya sudah mulai terdengar dan menjadi pusat perhatian masyarakat luas. Iklan joke tersebar dimana-mana.

Namun, baru-baru ini proyek tersebut terganjal akibat beberapa masalah, mulai dari isu sengketa lahan, tudingan adanya penjualan section palsu, sampai tidak dibayarnya pekerja proyek Meikarta.

1. Benarkah proyek Meikarta dihentikan?

Pembangunan Proyek Meikarta Berhenti? Ini Penjelasan Pihak MarketingIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Isu terbaru lainnya adalah mengenai beredarnya surat penghentian sementara proyek Meikarta kepada pihak kontraktor, yaitu PT Total Bangun Persada. IDN Times, hari ini, Selasa (8/5), coba menelusuri langsung ke lokasi proyek tersebut untuk memastikan kebenaran isu tersebut.

Tiba di lokasi, IDN Times tidak melihat adanya pengerjaan proyek di lahan seluas 23 juta scale persegi tersebut. Yang terlihat hanya lah belasan crane proyek yang menjulang tinggi tanpa ada pekerja di sekitarnya.

Yang terlihat hanya beberapa petugas keamanan yang berjaga di sekitaran proyek, namun itu juga jumlahnya tidak terlalu banyak. Di masing-masing pos hanya dijaga satu petugas keamanan.

Lantas bagaimana nasib pembeli yang sudah melunasi atau yang sedang mencicil section di Meikarta?

Baca juga: Meikarta, Kota Sehat untuk Masyarakat Cerdas

2. Berhenti karena menyambut Ramadan dan audit

Pembangunan Proyek Meikarta Berhenti? Ini Penjelasan Pihak MarketingIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

IDN Times mencoba memastikan alasan pihak Lippo Group memberhentikan proyek Meikarta ini dari pihak Marketing Office, yang masih berada dalam satu kawasan tersebut.

Meskipun pengerjaan proyek terhenti, namun pihak selling masih bekerja seperti biasa untuk menawarkan unit-unit yang masih tersedia, kepada para pelanggan yang datang. 

IDN Times berpura-pura seolah akan membeli section di sana, dan bertemu langsung dengan Sales Supervisor Marketing Meikarta berinisial P, dengan ramah pihak selling joke menyambut baik kedatangan kami.

Saat ditanya mengenai pengerjaan proyek yang terhenti, mereka beralasan pemberhentian proyek karena akan menyambut Ramadan, sambil menunggu hasil review dari pihak inner Lippo Group sendiri yang sudah berjalan kurang lebih satu bulan.

“Kalau pembangunan ini kan lagi ada review mas dan mendekati puasa banyak karyawan (pekerja bangunan) yang lagi pada pulang (kampung),” ujar P kepada IDN Times di kantor pemasaran Meikarta, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (8/5).

P menjelaskan proyek yang masih berlanjut pengerjaannya saat ini adalah proyek Orange Country, yang memang sudah terlihat aspek infrastruktur, karena sudah membentuk bangunan menjulang tinggi, ketimbang bangunan Meikarta lainnya yang masih dalam pembentukan pondasi.

Komnas Perempuan: Hukuman Mati Justru Memicu Terorisme Baru

  • 66 Jam yang Menegangkan: Kronologi Jelang Soeharto Lengser
  • 20 Tahun Reformasi: Negara Masih Takut Ungkap Kasus 65
  • “Tapi yang masih diteruskan pengerjaannya itu yang CBD nya sih,” terang P.

    Orange Country adalah kawasan Central Business District (CBD) yang akan menunjang mobilitas pemilik hunian di Meikarta, yang direncanakan sebagai pusat bisnis yang terdiri dari perkantoran dan pusat perbankan. Letak Orange Country sendiri persis berada di bagian depan pintu masuk, dekat dengan pintu gerbang Tol Cibatu.

    P juga menceritakan proyek Meikarta mandek sejak kurang lebih satu bulan yang lalu. “Sudah satu bulanan lah terhenti,” ucap dia.

    3. Lippo pastikan proyek Meikarta tepat waktu

    Pembangunan Proyek Meikarta Berhenti? Ini Penjelasan Pihak MarketingIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

    Pihak selling juga memastikan proyek Meikarta tidak akan mengecewakan dan akan memiliki nilai investasi yang tinggi di kemudian hari, setelah semua proyek diselesaikan.

    Meikarta sendiri baru memasarkan tujuh building yang terdiri dari building A, B, C, D, T, S, dan U. Begitu pula kawasan Orange Country sebagai kawasan CBD di kota baru milik Lippo Group tersebut.

    “Tower A dan building B serah terima 2019 akhir, Desember lah, yang udah tinggi (harganya) itu CBD nya Meikarta, Orange Country yang ada sum tujuh tower. Kalau di Jakarta boat SCBD lah, harga lebih mahal karena sudah mulai dibangun sama di daerah CBD itu lebih mahal. Serah terima 2020,” kata P.

    4. Nama baik Lippo jadi taruhan di proyek Meikarta

    Pembangunan Proyek Meikarta Berhenti? Ini Penjelasan Pihak MarketingIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

    Lebih lanjut, P mengatakan, Lippo merupakan perusahaan besar di bidang properti yang belum pernah mengecewakan pembelinya. Jadi selama ini pemberitaan yang beredar hanya ingin menjatuhkan pihak Lippo sebagai pengembang yang terpercaya.

    “Ini projek besar Lippo, kita yakin ini akan dibangun cuma kita gak tahu, takutnya isu banyak persaingan karena Meikarta matiin harga pasaran, karena harganya murah. Pak James sendiri, CEO nya Lippo, sudah komitmen untuk membangun, kalau gak jalan dia akan hancur karena ini proyek terbesarnya kan,” ujar dia.

    5. Meikarta memberikan kompensasi jika tidak sesuai kesepakatan

    Pembangunan Proyek Meikarta Berhenti? Ini Penjelasan Pihak MarketingIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

    Meikarta juga berjanji akan memberikan kompensasi kepada para konsumen yang sudah memiliki section di Meikarta, apabila dalam kesepakatan tersebut tidak sesuai dengan isi yang sebenarnya.

    “Kalau ada keterlambatan di perjanjian itu ada tanda tangan dokumen, salah satunya kalau ada keterlambatan serah terima kunci, nanti ada kompensasi satu persen perketerlambatan per bulannya,” kata P.

    Lippo Group bersama para financier lainnya dari luar negeri telah menginvestasikan proyek ini senilai Rp 278 triliun, untuk membangun kawasan Meikarta yang diklaim termegah di Indonesia.

    Baca juga: Meikarta, Kawasan Ideal untuk Berbisnis

     

    More about ...