Pembebasan Lahan Waduk Brigif Mencapai 90 Persen

Jakarta – Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI mengklaim pembebasan lahan untuk pembangunan Waduk Brigif di Jakarta Selatan telah mencapai 90 persen. Pengerukan waduk Brigif yang diperluas sejak tahun 2013 ini sudah dilakukan, sehingga waduk sudah dapat berfungsi untuk menampung air.

Kepala Dinas SDA, Teguh Hendarwan mengatakan keberadaan Waduk Brigif merupakan hulu Kali Krukut. Sejak tahun 2016, pembebasan lahan serta pengerukan sudah dilakukan agar waduk ini dapat berfungsi sebagai penampung atmosphere hujan.

“Itu kan hulunya Kali Krukut. Sejak tahun 2016 sudah kita kerjakan,” kata Teguh, Rabu (21/11).

Dari sum luas 11 hektare, lanjutnya, sudah 90 persen pembebasan lahan terselesaikan. Artinya, sekitar 10 persen lagi atau 1,1 hektare lagi masih belum bisa dibebaskan. Kendala yang dihadapi untuk pembebasan lahan bermacam-macam, mulai dari tidak menemukan pemilik rumah hingga penolakan warga terhadap harga yang ditawarkan DKI.

“Memang ada sekitar enam bidang yang belum dibebaskan. Ini masih on progress. Masalahnya adalah ada pemiliknya enggak di tempat, kita cari orangnya ke mana. Ada juga warga yang menolak harga yang berlaku sekarang. Jadi masalahnya macam-macam,” ujarnya.

Meski, masih ada yang belum dibebaskan, pihaknya tetap melakukan pengerukan sehingga Waduk Brigif sudah mulai bisa berfungsi sebagai tempat penampungan atmosphere hujan. Pembangunan waduk berdampak pada kawasan Kemang dan sekitar Kali Krukut yang tidak lagi mengalami banjir parah.

“Dari 11 hektare, itu 90 persen sudah terselesaikan. Makanya warga Kemang tidak ada yang teriak kan? Kita sudah lakukan pengerukan sejak dua tahun lalu. Tanahnya juga sudah dipagarin. Makanya kawasan Kali Krukut dan Kemang serta sekitarknya aman. Karena waduk ini sudah berfungsi untuk menampung atmosphere hujan,” terangnya.

Padahal sebelum Waduk Brigif berfungsi, setiap tahun kawasan Kemang, Jakarta Selatan selalu menjadi langganan banjir. Bahkan pada tahun 2016, aktivitas di kawasan Kemang sempat lumpuh karena adanya banjir besar yang surut selama dua hari.

“Nah sampai sekarang belum ada yang teriak banjir kan di kawasan Kemang? Tahun 2017, 2018, ada yang teriak banjir enggak di Kemang?” ungkapnya.

Untuk tahun 2018 ini, dari sum anggaran sebesar Rp 3,11 triliun, Dinas SDA DKI telah mengalokasikan anggaran pengadaan tanah waduk, situ dan embung sebesar Rp 528,71 miliar.


More about ...