Pemkot Bekasi Kucurkan Rp300 Miliar untuk Mengatasi Banjir

Metrotvnews.com, Bekasi: Pemerintah Kota Bekasi mengklaim selama empat tahun terakhir telah mengurangi 12 titik banjir dari 49 titik di sembilan kecamatan. Dana yang dikucurkan untuk mengatasi banjir mencapai Rp300 miliar.

“Secara module tahun ini sudah 80% selesai, tapi untuk kesiapan secara keseluruhan menghadapi banjir masih belum,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bekasi Tri Adhianto, Rabu 18 Oktober 2017. 

Tri menyebut, module penanggulangan banjir Tahun Anggaran 2017 lebih banyak meneruskan proyek pembangunan folder (tandon air) yang sudah berjalan sebelumnya. Adapun, beberapa pengentasan banjir yakni pembangunan folder di kawasan IKIP dengan biaya Rp20 miliar, pembangunan gorong-gorong di Perumahan Bumi Satria Kencana senilai Rp20 miliar, pembuatan folder atmosphere di kawasan Sasak Jarang sebesar Rp30 miliar, dan folder di kawasan Aren Jaya dengan biaya Rp10 miliar.

Sementara itu, untuk mengantisipasi atmosphere kiriman dari Bogor, Tri mengaku sudah berkordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane-Cileungsi. Tujuannya untuk menguatkan tanggul bantaran Kali Bekasi.

Sejumlah tanggul di bantaran Kali Bekasi yang dikuatkan yakni di Kemang IFI, Perumahan Pondokgede Permai, kompleks Depnaker, serta Perumahan Pondok Mitra Lestari.

Sebanyak 49 titik banjir di Kota Bekasi tersebar di sembilan kecamatan. Di Kecamatan Jatiasih terdapat delapan titik, Kecamatan Bekasi Selatan sebanyak tujuh titik, Kecamatan Rawalumbu sebanyak lima titik, dan Kecamatan Bekasi Timur sebanyak delapan titik.

Selanjutnya, Kecamatan Bekasi Utara sebanyak tiga titik, Kecamatan Bekasi Barat sebanyak enam titik, Kecamatan Pondokmelati sebanyak dua titik, Kecamatan Pondokgede sebanyak lima titik, Kecamatan Medansatria sebanyak tiga titik, serta Kecamatan Mustikajaya sebanyak dua titik.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Bekasi Yudi Saptono, menyebut, selama ini penanganan banjir hanya fokus pada titik rawan. “Seharusnya sumber banjir juga harus menjadi perhatian. Termasuk memperbaiki Kali Alam,” tutur dia. 
 

(REN)

More about ...