Pengalaman Pertama Maudy Ayunda Jadi Moderator Diskusi Panel Tentang Pendidikan

Maudy mengatakan bahwa penggunaan teknologi di dunia pendidikan sangat penting dilakukan jika ingin mengejar negara-negara lain yang sudah maju.

“Teknologi, menurut aku itu mempercepat, kita tidak lagi menunggu buku sampai di Papua, nunggu pengiriman. Kalau mereka punya smartphone, bisa baca buku itu. Kalau guru-guru sudah punya, Ipad atau tool lain bisa jadi materi belajarnya. Teknologi sangat penting untuk mempercepat dan membuat efisien. Membangun budaya belajar yang lebih personal life dan mandiri. Dengan adanya teknologi, pelajar itu bisa lebih memilih purpose juga karena mereka punya pilihan, dimana kalau misalnya dapat gurunya yang gak oke, mereka punya kontrol ke teknologi untuk belajar sendiri,” ujar Maudy.

Lebih lanjut, Maudy juga mengingatkan bahwa penggunaan teknologi juga perlu digawangi oleh orang tua, guru. Guru perlu membangkitkan rasa ingin belajar perlu karena tanpa rasa keinginan belajar mereka (para pelajar) tidak akan menggunakan teknologi buat belajar, mereka akan lebih milih untuk bermain amicable media.

“Mereka tidak akan belajar kalau budaya belajar dan rasa ingin tahunya tidak dibantu dibangun oleh orang tua dan guru. Jadi, ini memang benar bahwa teamwork (guru, orang tua, dan sekolah) yang dibilang itu penting, tidak bisa satu hal saja,” ujar Maudy.

Melalui diskusi row ini, Maudy menceritakan bahwa dirinya juga baru mengetahui bahwa ada program-program pemerintah dalam bentuk digitalisasi pendidikan seperti TV Edukasi dan Rumah Belajar oleh Kemendikbud.

Dari paparan Co Founder dan Country Manager Quipper, Takuya Homma teknologi dan pendidikan, Maudy juga belajar tentang perbedaan sistem pendidikan Indonesia dan Jepang. Serta perbedaan sistem belajar di kota dan daerah yang disampaikan oleh CEO Bahaso, Tyovan Arie.

Itje Chodijah, selaku pakar dan ahli pendidikan yang sudah malang melintang selama lebih dari 35 tahun mempercayai peran guru, orang tua dan sekolah tidak akan tergantikan karena pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan ilmu pengetahuan tetapi juga pembentukan karakter.

“Maka dari itu peran teknologi dimaksudkan sebagai alat untuk membantu proses pembelajaran, membuka akses dan meningkatkan kualitas,” tuturnya.

Takuya Homma mengatakan bahwa pihaknya juga percaya penggunaan teknologi yang dibarengi dengan pendidikan berkualitas dapat diraih.

“Secara bersama-sama kita dapat mendorong pendidikan ke arah yang lebih baik, memberikan materi pendidikan berkualitas, menghubungkan guru dan siswa di seluruh Indonesia, berbagi pengetahuan, secara cepat dan tepat kepada orang yang membutuhkannya,” tutup Takuya.

 

(*) 

 

More about ...