Permenhub Nomor 108 2017 Belum Juga Terealisasi, Sopir Taksi Konvensional Ancam Lakukan Aksi Demo

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, KATAPANG – Hampir seluruh sopir taksi konvensional dan angkutan umum se-Bandung raya direncanakan bakal menggelar aksi mogok dan demo di depan kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung Sate, Bandung, Selasa (8/5/2018).

Aksi tersebut digelar menyusul belum adanya realisasi dari Permenhub Nomor 108 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek di Jawa Barat.

“Rencana ini tidak lagi aksi damai tapi turun ke jalan langsung ke kantor gubernur,” kata Sekjen Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi Jawa Barat (WAAT Jabar) Tirta Jaya Wiharman saat dihubungi Tribun, Minggu (6/5/2018).

Berdasarkan Permenhub tersebut terdapat poin-poin yang harus diikuti angkutan taksi khusus tidak dalam trayek (taksi online) atas nama aplikasi squeeze dan gocar.

Menurutnya peraturan tersebut masih liar, karena selama ini taksi khusus tidak pernah mengikuti prosedur.

Belum jelas mana taksi online resmi mana yang tidak resmi.

“Intinya kami menuntut bahwa legalitas yang dipayunghukumi sesuai dengan Permenhub 108. Di badan hukumkan, diberi ciri (stiker) sesuai area masing-masing, uji kelaiakan, serta didaftarkan izinnya ini BPMPTSP. Tidak hanya bermodalkan akun aplikasi, order, terus narik penumpang di jalan,” tuturnya.

Selain itu dalam Permen tersebut terdapat poin-poin lain seperti setiap supir harus minimal memiliki SIM A umum, kemudian pengaturan kuota dan area kendaraan di setiap wilayah kota/kabupaten.

Selama ini di Jawa Barat sendiri belum ada pengaturan kuota taksi online di setiap kota/kabupaten.

More about ...