Potensi Banjir Masih Ancam Warga Bekasi

Bekasi – ‎Hujan yang mengguyur Kota Bekasi sejak siang tadi menyebabkan Perumahan Dosen IKIP dan Perumahan Cahaya Kemang Permai (CKP), Jatiasih, banjir hingga ketinggian 50 sentimeter (cm), Selasa (12/12) petang.

“Aliran kali sudah meluap sejak petang tadi. Ketinggian atmosphere mencapai 50 sentimeter,” ujar Bunga Ginting (35), penghuni Perumahan Dosen IKIP, Selasa (12/12).

Banjir yang kerap terjadi di Perumahan Dosen IKIP serta Perumahan CKP disebabkan luapan aliran ‎anak kali Cakung yang melintas di lokasi perumahan tersebut.

Terpisah, ‎Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bekasi memperkirakan puncak musim hujan di wilayahnya akan berlangsung pada Januari mendatang. Untuk itu, masyarakat Kota Bekasi diimbau untuk mewaspadai ancaman banjir yang bakal terjadi di daerah sepanjang aliran sungai.

“Saat ini, kondisi atmosphere di Kali Bekasi masih bisa dikendalikan melalui Bendung Kali Bekasi. Puncak musim hujan diperkirakan pada Januari tahun depan,” ujar Ketua Tagana Kota Bekasi, Roby Hermawan.

Namun ia mengkhawatirkan jika hal itu benar-benar terjadi, puncak musim hujan di Januari, maka diperkirakan terjadi keterlambatan bantuan. “Penyebabnya karena pencairan dana dari APBD Kota Bekasi membutuhkan waktu lama, sedangkan kita butuh cepat untuk memberikan bantuan kepada warga,” katanya.

Dia menambahkan, salah satu penyebab banjir adalah luapan Kali Bekasi. Di sepanjang aliran Kali Bekasi terdapat banyak perumahan yang rawan terhadap bencana banjir.

Sejumlah permukiman yang berada di bantaran Kali Bekasi itu diantaranya Perumahan Kemang IFI, Perumahan Pondokgede Permai, Komplek Depnaker, Perumahan Pondok Mitra Lestari.

Selain aliran Kali Bekasi, potensi banjir juga terjadi di sepanjang anak kali Cakung. Menurutnya, beberapa wilayah yang rawan banjir terjadi di Perumahan Dosen IKIP, Perumahan Nasio, Perumahan Harapan Baru, dan pemukiman lainnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan adanya penurunan jumlah titik banjir di Kota Bekasi. Sebelumnya, tercatat sekitar 49 titik namun telah berkurang sekitar 30 persen. Penanggulangan titik banjir ini karena adanya pembangunan ‎sejumlah polder di lokasi banjir.

“Sejak tahun lalu, pemerintah daerah membangun polder di beberapa titik banjir seperti Arenjaya. Tahun ini, penanggulangan banjir, pemerintah daerah menganggarkan Rp 300 miliar,” ucapnya. 

Sumber: Suara Pembaruan

More about ...