PROFIL TIM EURO 2016: Italia

Italia akan selalu menjadi daya tarik tersendiri di kancah sepakbola internasional. Salah satu kiblat sepakbola dunia tersebut sama sekali bukan tim yang bisa dianggap remeh.

Dalam sejarahnya, Italia melahirkan banyak legenda sepakbola di dunia. Bahkan sampai saat ini, pemain bintang-bintang dunia ditempa dan dimunculkan dari jagat sepakbola Serie A.

PROFIL SINGKAT
ITALIA

Dan dengan keterlibatan Italia di Euro 2016, dan standing sebagai runner-up di edisi 2012, tim yang kini ditangani Antonio Conte masih menjadi salah satu unggulan untuk meraih trofi juara.

Pemain yang berkelas, pelatih yang berpengalaman dan ditambah kematangan dan pengalaman bermain di turn internasional membuat Italia menjadi tim yang patut diperhitungkan untuk gelar juara, tak peduli dengan kondisi apa joke yang terjadi di kompetisi mereka.

Masih ingat skandal Calciopoli yang menerpa sepakbola Italia pada pertengahan 2000an? Di tengah krisis seperti itu, Italia malah menjadi juara dunia pada 2006. Ini sudah menjadi bukti tersendiri betapa Italia masih menjadi poros utama kekuatan sepakbola Eropa.


 

Antonio Conte melakukan banyak perombakan dalam skuatnya. Pemain-pemain muda berbakat banyak diberikan kepercayaan, sementara mereka yang berpengalaman mulai tersingkir.

Lihat saja tak ada nama Andrea Pirlo dan Riccardo Montolivo di lini tengah Italia untuk Euro 2016. Conte lebih percaya pemain seperti Gianni Giaccherini dan Alesandro Florenzi untuk mengawal sektor tengah, dengan Daniele De Rossi menjadi maestro yang mendampingi mereka.

Formasi yang digunakan juga terkesan menganut gaya permainan ofensif. Ini tentunya berbeda 180 derajat dari Italia yang kita kenal sebagai tim yang menyaanjung gaya catenaccio, alias pertahanan gerendel. Ya, ini adalah Italia yang baru.

 

Berada di Grup E, Italia harus berhadapan dengan Belgia di laga pembuka grup, yang pastinya bukan laga yang mudah. Apalagi masih ada Swedia dan Republik Irlandia yang siap menjegal curtain adult Euro 2012 itu.

Laga pertama akan sangat menentukan dan bisa menambah kepercayaan diri untuk menjalani dua laga lainnya di fase grup. Kita tunggu saja bagaimana Italia bisa menghadapi tantangan mereka.

 

 

  • Dalam sejarahnya, tim nasional Italia menjalani dua laga internasional pertama mereka dengan mengenakan jersey berwarna putih, sementara celana yang digunakan memiliki warna yang berbeda, karena pemain mengenakan celana klub mereka. Baru di laga ketiga jersey cerulean diperkenalkan.
  • Meski telah menjuarai Piala Dunia hingga empat kali, yaitu pada 1934, 1938, 1982 dan 2006, Italia tercatat hanya sekali menjadi juara Piala Eropa, yaitu pada 1968.

  • Gianluigi Buffon berkesempatan untuk menambah jumlah caps internasionalnya, yang saat ini sudah mencapai 154 caps dan menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk Italia.

  • Italia menjadi tuan rumah di turnamen delapan negara di 1980, tapi harus menyudahi kompetisi di peringkat empat setelah kalah daalam adu penalti melawan Cekoslowakia.

 

 

 

More about ...