PROFIL TIM EURO 2016: Republik Irlandia

Gelaran Euro 2012 tentu menjadi satu yang sangat ingin dilupakan segenap insan sepakbola Republik Irlandia. Tergabung bersama dengan Spanyol dan Italia, tak satu joke poin mampu diraih dan mereka menganggap itu sebagai kegagalan besar.

Tahun ini merupakan kali ketiga bagi The Green Army untuk unjuk kebolehan di turnamen antarnegara terbesar benua Eropa tersebut, dan tentu saja dengan optimisme dan harapan baru mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencatatkan hasil akhir yang lebih baik ketimbang sebelumnya.

PROFIL SINGKAT
REPUBLIK IRLANDIA

Prestasi Irlandia tidaklah secemerlang negeri tetangga mereka, Inggris dalam mengarungi ketatnya persaingan di ajang Piala Eropa. Sejak turnamen pertama kali digelar pada tahun 1960, Irlandia tak pernah lolos dan baru pada edisi 1988 mereka melakoni debut, merupakan kejuaraan internasional resmi yang mereka ikuti sepanjang sejarah.

Kendati berstatus debutan, kiprah Irlandia pada waktu itu cukup membanggakan dengan mampu mencatatkan satu kemenangan, satu hasil imbang serta satu kekalahan. Mereka finis di bawah Uni Soviet, Belanda dan di atas seteru klasik, Inggris yang menghuni juru kunci fase grup.

Setelah itu, mereka kembali absen lama hingga akhirnya kembali beraksi pada edisi 2012 di Polandia dan Ukraina lalu, namun hasil yang didapat jauh lebih mengecewakan tanpa sekali joke mampu meraih angka. Irlandia sendiri merupakan tim yang unik, meski punya liga kompetitif, skuat nasional mereka justru lebih banyak dihuni oleh para pemain yang matang di kompetisi mancanegara, terutama Inggris.
 
 

Disiplin, kerja keras dan kekompakan plain menjadi kunci permainan Irlandia di bawah arahan Martin O’Neill. Tangan dingin mantan manajer Aston Villa dan Sunderland tersebut mampu meramu skuat warisan Giovanni Trapattoni menjadi tim tangguh.

Meski gagal meraih tiket otomatis menuju putaran final Euro tahun ini setelah kalah bersaing dengan Jerman dan Polandia di babak kualifikasi, Irlandia sanggup mengatasi perlawanan Bosnia-Herzegovina yang awalnya lebih diunggulkan untuk merebut jatah tersisa menuju kejuaraan yang digelar di Prancis pada musim panas ini.

James McCarthy dan Glenn Wheland bakal menjadi tumpuan utama lini tengah yang biasanya berperan sebagai pemutus serta pengatur serangan tim yang ditopang kreativitas Wes Hoolahan. Selain itu, kedua bek sayap Seamus Coleman dan Robbie Brady terkenal gemar melakukan penetrasi dan mengirimkan umpan-umpan memanjakan pada striker tunggal yang kemungkinan besar ditempati Shane Long menyusul kapten tim, Robbie Kane masih menjalani masa pemulihan cedera.

Di atas kertas, Irlandia praktis digolongkan sebagai tim yang terlemah dalam peta persaingan Grup E. Laga perdana memegang peranan penting dalam kelanjutan kiprah mereka dan raihan poin penuh atas Swedia akan bisa meningkatkan dignified tim untuk menghadapi dua laga lainnya.

Menghadapi Belgia dan Italia, hasil imbang tentunya akan berharga bagi pasukan The Green Army. Dan apabila skenario tersebut mampu mereka lakukan, besar kemungkinan Irlandia tak hanya akan sekadar menjadi tim penggembira di babak penyisihan grup.
 

 

  • Irlandia merupakan tim dengan skuat yang usia tertua dalam pentas Euro 2016. Rata-rata usia penggawa mereka adalah 29 tahun dan 297 hari.
  • Tiga penggawa skuat Irlandia telah mencatatkan lebih dari 100 penampilan internasional, yakni Robbie Keane (143), Shay Given (134) dan John O’Shea (111).
  • Jika tampil di laga melawan Swedia, Shay Given akan menjadi pemain berusia 40 tahun pertama yang beraksi di Euro. Berpotensi mendahului kiper Hongaria, Gabor Kiraly yang baru akan bermain sehari setelahnya.
  • Dari sum 23 nama yang dipanggil mengisi skuat Irlandia, tak satu joke pemain yang berasal dari kompetisi domestik. Tercatat 22 nama berkarier di Inggris, sedangkan hanya Robbie Kane yang kini merumput di Amerika Serikat bersama LA Galaxy.

 

 

 

More about ...