Program Desmigratif Beri Perlindungan TKI dan Keluarganya …

JAKARTA (Pos Kota) –  Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) jadi  salah satu module unggulan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk lindungi TKI dan keluarganya. Ditargetkan tiga tahun kedepan terbentuk 400 Desmigratif.

Program yang pelaksanaanya  bekerja sama dengan lembaga pemerintah terkait tersebut untuk mencegah terjadinya pengiriman tenaga kerja ilegal ke luar negeri serta memberdayakan masyarakat desa di kantong-kantong kemiskinan yang sumber pengiriman TKI ke luar negeri.

“Ini module terobosan Kemnaker dalam memberdayakan, meningkatkan perlindungan dan pelayanan terhadap calon TKI dan keluarganya, khususnya di di desa-desa yang menjadi asal TKI,” kata  Sekretaris Jenderal Kemnaker Hery Sudarmanto, Senin (4/9/2017)

Pembentukan Desmigratif, kata dia, merupakan salah satu solusi dan bentuk kepedulian serta kehadiran negara untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada calon TKI, TKI dan anggota keluarga mereka.

Untuk menjalankan module ini, lanjutnya, Kemnaker bekerja sama dengan tujuh kementerian yakni Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

“Kerja sama ini sudah tertuang dalam MoU yang ditandatangani para menteri atau pimpinan lembaga tersebut,” kata dia.

Hery mengatakan, terkait pemilihan 400 desa, pihaknya memprioritaskan desa-desa yang sebagian besar penduduknya bekerja di luar negeri.

Hery mengakui, module serupa ada juga dilakukan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang bernama Kampung TKI dan Migrant Care dengan nama module Desa Buruh Migran (Desbumi).

Karena subtansi module ini sama, kata Hery, maka ketika suatu desa sudah ada dijalankan module Kampung TKI, maka Desmigratif dan Desbumi diadakan di desa lain saja. “Hal ini supaya tidak tumpang tindih dan memboroskan anggaran,” kata dia.

Sebagaimana diberitakan BNP2TKI melaksanakan module Kampung TKI dimulai dari Kampung TKI Jenggik Lombok Timur, pada tahun 2014. Kampung TKI tersebut memiliki wadah rumah edukasi yang dalam kegiatannya melakukan pendampingan terhadap TKI bermasalah juga telah melakukan beragam bimbingan teknis (Bimtek) pemberdayaan bagi TKI purna dan keluarga TKI untuk berwirausaha. Salah satu bentuk wirausaha produksi yang diajarkan adalah memproduksi keranjang buah.

Sementara Direktur Eksekutif Migrant Care, mengatakan, pihaknya salut dengan Kemnaker yang sudah mulai melaksanakan module Desmigratif, dan BNP2TKI dengan programnya, Kampung TKI. “Program dua lembaga pemerintah itu intinya sama dengan Desbumi yakni memberdayakan masyarakat, mencegah pengiriman TKI ilegal,” kata dia.

Menurut Wahyu, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Kemnaker dan BNP2TKI agar tidak terjadi tumpang tindih dalam melaksanakan module yang sama untuk masyarakat. (Tri)

More about ...