Protes Taksi Online, Puluhan Sopir Wahyu Taksi Demo

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Puluhan sopir Wahyu Taksi melakukan demo di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) dan gedung DPRD Sukoharjo, Selasa (11/7). Mereka meminta dukungan sebagai bentuk penolakan atas keberadaan taksi plot hitam berbasis online.

Koordinator aksi Joko Wiyoso mengatakan, peserta aksi seluruhnya ada 41 orang dari sopir Wahyu Taksi. Mereka berkumpul di kantor Dishub Sukoharjo sekitar pukl 07.30. Peserta aksi ditemui oleh Sekretaris Dishub Joko Waluyo dan Kabid Angkuta Umum Suryanto. 

Dalam aksi tersebut para sopir taksi dari Wahyu Taksi mengajukan tuntutan sekaligus permintaan dukungan kepada Dishub Sukoharjo. “Kami dari sopir Wahyu Taksi se Sukoharjo akan bergabung demo besar sopir taksi se Solo Raya di bundaran Gladak di Solo menolak keberadaan taksi plot hitam berbasis online,” ujar Joko Wiyoso.

Di Sukoharjo keberadaan taksi plot hitam berbasis online sudah cukup banyak. Keberadaanya dianggap sangat meresahkan karena diduga belum memiliki izin. “Persaingan juga semakin sengit padahal taksi plot hitam belum memiliki kelengkapan izin. Sedangkan izin kami sudah jelas. Ini tidak adil,” lanjutnya.

Dalam aksi para sopir taksi dari Wahyu Taksi juga mengajukan sejumlah tuntutan. Diantaranya yakni meminta kuota O (nol) untuk taksi plot hitam berbasis online. Keberadaan taksi tersebut harus tidak diperbolehkan berada di Sukoharjo. Pemerintah wajib memberikan kesempatan kepada taksi resmi untuk bisa berkembang.

Tuntutan lainnya yakni pemblokiran aplikasi untuk taksi online plot hitam. “Baik gubernur maupun pemerintah pusat harus tegas. Kalau tidak maka dikhawatirkan terjadi gesekan lebih keras antara taksi plot hitam dengan kami,” lanjutnya.

Joko Wiyoso juga meminta kepada masyarakat untuk lebih cermat menggunakan fasilitas taksi online. Sebab sudah banyak taksi resmi berizin beroperasi. “Kami minta petugas bertindak tegas. Apabila tidak maka kami para sopir taksi akan melakukan sweeping,” lanjutnya.

Sekretaris Dishub Joko Waluyo dan Kabid Angkuta Umum Suryanto meminta kepada para sopir taksi dari Wahyu Taksi untuk melakukan aksi secara damai. Mereka dilarang bertindak anarkis karena akan mendapatkan pengawalan ketat dari petugas. “Kami akan membantu mengawal sopir taksi dari Sukoharjo ke bundaran Gladak Solo dengan dibantu petugas Satlantas Polres Sukoharjo,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Sukoharjo Sunoto mengatakan, kami tetap memberikan dukungan atas penegakan aturan. “Para sopir taksi ini mengeluhkan keberadaan taksi plot hitam berbasis online. Mereka kami minta tertib saat aksi,” ujar Sunoto.

Sunoto mengatakan, secara aturan menjadi kewenangan dari pemerintah provinsi dan pusat. DPRD Sukoharjo hanya bisa menampung aspirasi para sopir taksi dan meneruskan ke pimpinan atas. (Mam)

More about ...