Proyek Meikarta Diisukan Berhenti, Ini Jawaban Lippo dan …

JAKARTA, KOMPAS.com — Meikarta kembali menjadi perbincangan. Kali ini, bukan karena kampanye iklannya, melainkan isu yang beredar di grup-grup media sosial terkait pembangunan section apartemen di Meikarta.

Informasi tersebut berisi tentang adanya kisruh mengenai biaya iklan yang menyebabkan financier asal China hengkang, pelepasan saham, hingga PT Total Bangun Persada Tbk selaku kontraktor pelaksana yang menghentikan pekerjaannya.

Baca juga: BPN Tuding Lippo Belum Menyesuaikan Tata Ruang Meikarta

Direktur Komunikasi Publik Lippo Group Danang Kemayan Jati membantah informasi pelepasan saham, dan juga pekerjaan konstruksi yang diisukan berhenti.

Menurut dia, visi Lippo Group dalam pembangunan dan pengembangan adalah kemitraaan. Sejak awal, Lippo Group tidak pernah mengklaim memiliki 100 persen saham Meikarta.

“Jadi, kalau ada yang bilang jual saham sekarang ini, itu hoaks. Kepemilikan Lippo Group tidak berubah, masih 50 persen,” sebut Danang kepada Kompas.com, Selasa (8/5/2018).

Anda yang ingin mengikuti kompetisi chime ini mesti melakukan sejumlah syarat. Pertama, follow akun instagram @themeikarta. Kemudian, buat sekreatif mungkin chime berisikan kata Meikarduck. Dok Meikarta Anda yang ingin mengikuti kompetisi chime ini mesti melakukan sejumlah syarat. Pertama, follow akun instagram @themeikarta. Kemudian, buat sekreatif mungkin chime berisikan kata Meikarduck. Sementara itu, beredar informasi terkait PT Total Bangun Persada Tbk disertai dengan “memo internal” yang ditujukan kepada 15 sub-kontraktor untuk menghentikan sementara kegiatan konstruksi per Senin 30 Apr 2018 sampai waktu yang akan diinformasikan kemudian.

“Memo internal” itu tertanggal 28 Apr 2018 di atas kertas berkop PT Total Bangun Persada Tbk yang diteken Hendro Kusuma atas nama Manajer Proyek Edwin Rahadijan Widjaja.

Terhadap informasi ini, PT Total Bangun Persada Tbk telah mengklarifikasinya melalui rilis yang dikeluarkan pada 1 Mei 2018 dan ditandatangani Sekretaris Perusahaan Mahmilan Sugiyo Warsana.

Memo inner PT Total Bangun Persada Tbk kepada 15 subkontraktor.handsout Memo inner PT Total Bangun Persada Tbk kepada 15 subkontraktor.Menurut Mahmilan, perseroan mendapatkan kepercayaan untuk pekerjaan finishing di Tower EF pada Proyek Orange County, Meikarta.

Pada setiap pekerjaan konstruksi, perseroan senantiasa menjaga kualitas bangunan, keamanan, dan keselamatan di area proyek, termasuk di dalamnya memastikan pekerjaan yang dilaksanakan memenuhi persyaratan agar pembangunan dapat berjalan sesuai dengan mutu, waktu, dan biaya yang telah disepakati dengan pelanggan.

Pekerjaan finishing di Tower EF, Orange County, Meikarta, dimulai sejak 1 Nov 2017.

Saat Kompas.com mengonfirmasi tentang kontrak pekerjaan PT Total Bangun Persada Tbk, Mahmilan menjawab, “Kami mengerjakan empat tower  Orange County, yakni Tower C, D, E, dan F,” ujarnya, Selasa (8/5/2018).

Namun, ketika ditanya apakah perusahaannya mengerjakan proyek Meikarta secara keseluruhan, Mahmilan tidak ingin menjawabnya.

“Saya tidak jawab ini ya. Penjelasan kami, bahwa saat ini yang kami kerjakan sesuai dengan yang tercantum dalam laporan keuangan kuartal I-2018, yaitu empat building tadi,” ujar Mahmilan.

Terus berjalan

Seperti apa perkembangan terbaru proyek yang digadang-gadang sebagai Jakarta baru ini?

Danang menuturkan, perkembangan fisik Meikarta  terus berjalan dan akan diserahterimakan dalam waktu dekat.

“Saat ini sudah dikerjakan 92 tower. Sekitar Desember 2018-Februari 2019 tower-tower tersebut akan diserahterimakan,” tuntas Danang.

Kota mandiri Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memiliki ruang terbuka hijau bernama Central Park seluas 100 hektar. Kota mandiri Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memiliki ruang terbuka hijau bernama Central Park seluas 100 hektar.Meikarta merupakan megaproyek Lippo Group yang dikembangkan di atas lahan seluas 500 hektar.

Kelompok usaha ini akan membangun 100 gedung dengan ketinggian masing-masing gedung sekitar 35 hingga 45 lantai.

Ke-100 gedung itu terbagi dalam peruntukan hunian sebanyak 250.000 unit, perkantoran strata title, 10 hotel bintang lima, pusat perbelanjaan, dan area komersial seluas 1,5 juta scale persegi.

Fasilitas yang akan melengkapinya antara lain pusat kesehatan, pusat pendidikan dengan penyelenggara dalam dan luar negeri, tempat ibadah, dan lain-lain.

Total gross growth value (GDV) Meikarta diestimasikan senilai Rp 287 triliun.

 

More about ...