Rashford Minta Inggris Jadikan Kegagalan Euro 2016 Sebagai …

Sepakbola.com, London – Marcus Rashford mengharapkan rasa sakit atas kegagalan Euro 2016 bisa menjadi inspirasi Inggris untuk mengarungi Piala Dunia di Rusia.

Secara mengejutkan Inggris disingkirkan oleh tim debutan Islandia di babak 16 besar Euro 2016. Hasil buruk yang menyebabkan pelatih Roy Hodgson akhirnya mengundurkan diri dari jabatan sebagai manajer.

Penyerang Manchester United, Rashford adalah anggota termuda dari skuat tersebut, saat itu ia berusia 18 tahun. Tapi ternyata kekalahan itu masih terngiang di dalam benak Rashfod. Maka dari itu ia meminta rekan-rekannya untuk menjadikan kegagalan itu sebagai pelajaran dan inspirasi untuk melangkah jauh di Piala Dunia.

“Perasaan menerima sebuah kekalahan adalah perasaan yang buruk. Kadang-kadang ketika Anda berbicara kepada orang lain, mereka tidak benar-benar memahami perasaan itu,” curhat Rashford.

“Kami pasti akan mengambil hal-hal yang terjadi di turnamen itu [Euro 2016] ke turnamen berikutnya [Piala Dunia 2018] karena itu akan memberi kami manfaat yang baik.”



Nasib Antonio Conte Tak Akan Kurangi Rasa Lapar Chelsea…



Imbang Lawan Italia, Ronald Koeman Tuntut Perbaikan di…

Rashford hanya memainkan satu pertandingan saat ia dipilih skuat comparison di Euro 2016. Tetapi kini dia telah memiliki 17 caps internasional bersama The Three Lions.

Penyerang yang kini berusia 20 tahun itu percaya skuat Inggris saat ini telah berkembang banyak di bawah Gareth Southgate. Dia yakin timnya bisa menghindari kekecewaan berikutnya yang mereka alami dua tahun lalu.

“Kami harus mengekspresikan diri. Selama 18 bulan terakhir ini kami telah berkembang sebagai sebuah tim, dan kami harus pergi ke sana dan menunjukkan kepada semua orang bahwa kami telah meningkat sebagai sebuah tim,”

“Jika kita melakukan sesuatu yang kurang dari itu maka kita akan kecewa pada diri kita sendiri.” tuntasnya.

Inggris akan mengawali Piala Dunia 2018 menghadapi Tunisia pada 18 Juni, kemudian Panama 23 Juni, dan Belgia di laga penutup grup G menghadapi Belgia. Mereka akan diuji ketangguhan untuk bisa mereplika performa selama babak kualifikasi yang mana tak pernah kalah dalam 10 pertandingan. Hal itu sekaligus untuk menghapus sebutan tim spesialis kualifikasi, serta melepas dahaga tak juara dunia sejak 1966. (Sumber: Sky Sports)

Penulis: Maulana Habibi/Editor: Setyo Bagus Kiswanto

Komentari Artikel Ini

More about ...