Ratusan Pengemudi Taksi Online Jogjakarta Demo Tolak Permenhub

Ratusan Pengemudi Taksi Online Jogjakarta Demo Tolak Permenhub - picture P_20171219_132613-2 on https://www.cakrawala.co

JOGJAKARTA CAKRAWALA.CO ,- Ratusan pengemudi taksi online dari berbagai aplikasi melakukan unjuk rasa di halaman kantor  Dewan Perwakilan Daerah DIY, Selasa (19/12/2017) siang. 

Aksi diawali dengan melakukan prolonged impetus di kawasan Malioboro, sejumlah pengemudi yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Online Jogjakarta (PPOJ) itu juga melakukan offbid alias mogok kerja untuk menolak diberlakukannya aturan terkait penentuan kuota, tarif, dan zonasi taksi online. 

Massa PPOJ ini menolak Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Humas PPOJ, Nurhadi mengatakan, unjuk rasa ini  merupakan  rangkaian unjuk rasa yang selama ini dilakukan kepada Pemda DIY dan Kementerian Perhubungan (Perhub). Di mana dalam Pergub yang akan diberlakukan pada tahun depan itu akan memberikan tarif, kuota, dan zonasi terhadap taksi online.

“Dari 5.000 taksi online yang ada di DIY, dan 75% masuk PPOJ, masak hanya 400 sampai 500 yang boleh aktif di DIY,” ujar  Nurhadi. 

Selain melakukan protes kepada Pemda DIY dan Kementerian Perhubungan, PPOJ juga memprotes  pihak perusahaan taksi berbasis aplikasi itu. Sebab perusahan tidak melibatkan pengemudi pada saat pada saat perundingan pembuatan aturan Kementerian Perhubungan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kami juga bisa offbid dan kami menuntut untuk dilibatkan dalam perumusan undang-undang,” kata Nurhadi. 

Ribuan motorist online yang tergabung dalam PPOJ akan melakukan onbid alias pengaktifan kembali aplikasi mereka pada pukul 00.00 WIB. Sementara, offbid telah dilakukan oleh PPOJ semenjak 23.59, Senin lalu.

“Kami off 24 jam, walaupun tidak turun semua, kami melakukan offbid, dan yang onbid saya rasa itu taksi konvensional yang juga memasang aplikasi,”Pungkasnya.***Okta

Bagaimana menurut Anda ?

komentar

More about ...