Santri Diminta Jadi Agen Perlindungan TKI, Ini Caranya – detikNews




Kudus – Kalangan santri diminta ikut mewarnai semua ruang dan sektor sentral dalam pembangunan Indonesia. Termasuk sebagai agen perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Menurut Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, kaum santri tidak boleh hanya sampai pada seremonial peringatan hari santri nasional saja. Nusron yang sebelum menjabat sebagai Kepala BNP2TKI adalah tokoh pemuda nasional sebagai Ketua Umum Pemuda Ansor, telah berhasil meyakinkan pemerintah dan komponen bangsa untuk menetapkan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober sebagai legalisasinya.

Ada tiga ruang utama yang harus dimasuki oleh santri, yaitu birokrat, profesional, dan pengusaha dengan ilmu agama sebagai landasan dan penuntunnya. Artinya, para santri harus mengimplementasikan ilmu agama yang dipelajari dengan ikut serta membangun kehidupan sosial kemasyaratan tersebut.

Nusron menilai, peran santri sangat sentral dan strategis dalam upaya mengisi kemerdekaan bangsa ini. Di antaranya melalui pemenuhan tiga ruang atau sektor utama tersebut.

“Makanya harus ada semangat bahwa santri harus bisa masuk ke dalam semua lini kehidupan bangsa, untuk ikut mengawal gagasan para ulama pendahulu dan pendiri negara bangsa ini,” kata Nusron dalam keterangan tertulis, Senin (23/10/2017).

Nusron mengatakan itu di hadapan ratusan kiai dan santri di Kudus dalam acara Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia yang dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Qudsiyyah Putri, Kabupaten Kudus, Minggu (22/10).

Nusron menyatakan, para santri harus punya kepedulian tentang dunia ketenagakerjaan pada umumnya dan pekerja migran khususnya. Melalui kegiataan sosialisasi penempatan dan perlindungan TKI ini, diharapkan para santri kemudian menjadi agen perlindungan dengan cara menyampaikan pengetahuannya dan informasi kepada keluarga atau tetangganya.

Mengingat sebagian besar wilayah Jawa Tengah ini adalah daerah sumber TKI atau pale tidak setiap kampung banyak warganya yang menjadi TKI di luar negeri.

“Mari bantu agar keluarga kita yang menjadi TKI tidak terzalimi. Santri menjadi agen perlindungan TKI,” ucap Nusron yang disambut meriah para hadirin sosialisasi.

Dalam acara itu, hadir sekitar 250 peserta yang merupakan ulama, tokoh masyarakat, serta santriawan-santriawati berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kudus. Hadir juga sejumlah tokoh NU Kabupaten Kudus.

Turut hadir Kepala Bagian Humas BNP2TKI Servulus Bobo Riti, Kepala BP3TKI Semarang Suparjo, dan Kasubdit Sosialisasi BNP2TKI Joko Purwanto.

(ega/nwy)

More about ...